Pengajuan Administrasi dan Bebas Pustaka dapat dilakukan dengan mengklik tautan berikut : Pengajuan Administrasi

Choose Language:  

ID | EN | SU

Repository Universitas Padjadjaran

Persepsi Sosial Power Terhadap Isyarat Nonverbal Power yang Ditunjukkan Oleh Pelaku Bullying

Sophia Amira Latifa Hakim Muhammad
190110190133
Fakultas Psikologi

Belum Login

Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

Persepsi Sosial Power Terhadap Isyarat Nonverbal Power yang Ditunjukka...

Sophia Amira Latifa Hakim Muhammad

Perpustakaan Universitas Padjadjaran

Kata Kunci

Bullying, Komunikasi Nonverbal, Social Power

Persepsi Sosial Power Terhadap Isyarat Nonverbal Power yang Ditunjukkan Oleh Pelaku Bullying

Sophia Amira Latifa Hakim Muhammad
190110190133
Fakultas Psikologi
Indonesia
Abstrak

Kasus bullying masih terus terjadi terutama pada anak usia remaja 12-18 tahun di sekolah. Hal ini dikarenakan adanya kegagalan dalam memahami isyarat sosial perilaku pelaku bullying. Kegagalan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan persepsi power antara pelaku dan korban bullying. Suatu isyarat nonverbal yang sama dapat dipersepsikan sebagai hal yang berbeda tergantung pada salah satunya adalah peran keterlibatan dalam bullying. Pelaku dan korban memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, persepsi terhadap perilaku nonverbal seseorang kemungkinan akan dipersepsikan dengan sudut pandangan yang berbeda antara pelaku dan korban bullying. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi social power antara pelaku dan korban terhadap isyarat nonverbal yang ditunjukan oleh pelaku bullying.
Rancangan penelitian ini adalah non-eksperimental kuantitatif dengan menggunakan metode studi deskriptif komparatif. Penelitian ini melibatkan 143 siswa SMP di DKI Jakarta. Alat ukur yang digunakan adalah vignette bullying dan perceived social power scale (PSPS). Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner daring dibantu oleh pihak sekolah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi social power yang signifikan antara pelaku dan korban dimana keduanya menganggap isyarat nonverbal yang dilakukan pelaku bullying sebagai coercive power. Namun, responden yang tidak terlibat dalam bullying cenderung mempersepsikan isyarat nonverbal pelaku bullying sebagai reward power. Hal ini tidak terlepas dari faktor yang memengaruhi persepsi sosial yaitu faktor pengalaman masa lalu, peran, jenis kelamin, usia, dan etnis responden.

Akses Berkas

Abstrak
Download
Daftar Isi
Download
Bab 2Login diperlukan
Bab 3Login diperlukan
Bab 4Login diperlukan
Bab 5Login diperlukan
Bab 6Tidak tersedia
LampiranLogin diperlukan
Daftar Pustaka
Download
Full TextTidak tersedia

Metadata

Bahasa
Indonesia
Tanggal Upload
29 Agustus 2023
Status Publikasi
Dipublikasi
ID Pustaka
Kata Kunci
Bullying, Komunikasi Nonverbal, Social Power
Abstrak
Kasus bullying masih terus terjadi terutama pada anak usia remaja 12-18 tahun di sekolah. Hal ini dikarenakan adanya kegagalan dalam memahami isyarat sosial perilaku pelaku bullying. Kegagalan ini mungkin terjadi karena adanya perbedaan persepsi power antara pelaku dan korban bullying. Suatu isyarat nonverbal yang sama dapat dipersepsikan sebagai hal yang berbeda tergantung pada salah satunya adalah peran keterlibatan dalam bullying. Pelaku dan korban memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, persepsi terhadap perilaku nonverbal seseorang kemungkinan akan dipersepsikan dengan sudut pandangan yang berbeda antara pelaku dan korban bullying. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan persepsi social power antara pelaku dan korban terhadap isyarat nonverbal yang ditunjukan oleh pelaku bullying.<br /> Rancangan penelitian ini adalah non-eksperimental kuantitatif dengan menggunakan metode studi deskriptif komparatif. Penelitian ini melibatkan 143 siswa SMP di DKI Jakarta. Alat ukur yang digunakan adalah vignette bullying dan perceived social power scale (PSPS). Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner daring dibantu oleh pihak sekolah. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi social power yang signifikan antara pelaku dan korban dimana keduanya menganggap isyarat nonverbal yang dilakukan pelaku bullying sebagai coercive power. Namun, responden yang tidak terlibat dalam bullying cenderung mempersepsikan isyarat nonverbal pelaku bullying sebagai reward power. Hal ini tidak terlepas dari faktor yang memengaruhi persepsi sosial yaitu faktor pengalaman masa lalu, peran, jenis kelamin, usia, dan etnis responden.

Cite This Paper

APA Style

Muhammad , S. A. L. H. (2023). Persepsi Sosial Power Terhadap Isyarat Nonverbal Power yang Ditunjukkan Oleh Pelaku Bullying. Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran

Perlu Bantuan?

Hubungi kami melalui Email, Whatsapp atau Media Sosial.

Kembali ke Repository