Pengajuan Administrasi dan Bebas Pustaka dapat dilakukan dengan mengklik tautan berikut : Pengajuan Administrasi

Choose Language:  

ID | EN | SU

Repository Universitas Padjadjaran

Ekspresi PGC 1 a, Reseptor Dopamin, Synaptophysin dan BDNF sebagai indicator Fungsi Kognitif pada Cerebrum dan Hippokampus Rattus Novergicus setelah Pemberian Ekstrak Biji Pala

130130160009
Fakultas Kedokteran

Belum Login

Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

Ekspresi PGC 1 a, Reseptor Dopamin, Synaptophysin dan BDNF sebagai in...

Perpustakaan Universitas Padjadjaran

Kata Kunci

Ekstrak Biji pala

Ekspresi PGC 1 a, Reseptor Dopamin, Synaptophysin dan BDNF sebagai indicator Fungsi Kognitif pada Cerebrum dan Hippokampus Rattus Novergicus setelah Pemberian Ekstrak Biji Pala

130130160009
Fakultas Kedokteran
Indonesia
Abstrak

Proses tumbuh kembang dan fungsi kognitif seorang anak erat kaitannya dengan kualitas asupan makro dan mikronutrien dalam kandungan makanan anak sehari hari. Pada fase perkembangan fungsi kognitif anak diawali dari tahap perkembangan maturasi otak dan sensitivitas terhadap rangsangan stimulus eksternal yang optimal pada satu periode tertentu yang disebut dengan periode kritis dan terjadi pada lima tahun pertama kehidupan seorang anak. Pada periode kritis ini terjadi peningkatan densitas sinaps dan fungsi otak.
Pemberian suplemen neurotropik bertujuan untuk meningkatkan neurogenesis, neurotransmisi, sinaptoplastisitas. Perkembangan cerebrum dan hipokampus dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain aktivasi beberapa proteinneurotropik seperti BDNF, Synaptophysin dan Dopamin yang berperan pada proses biogenesis mitokondria pada otak anak. Berbagai upaya untuk mengoptimalkan proses metabolisme pada biogenesis mitokondria yang berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif antara lain dapat dilakukan dengan suplementasi neurotropik antara lain melalui pemberian Ekstrak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) dalam kaplet Glucopala. Glucopala merupakan Ekstrak Biji Pala yang mengandung zat aktif PPAR-γ agonis.Selain itu fungsi kognitif pada anak melibatkan beberapa aktivasi protein neurotropik seperti BDNF dan aktivasi beberapa protein utama pada vesikel sinaptik di neuron, seperti SYP. Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus Rattus Novergicus jantan umur 7-8 minggu (lepas sapih), dengan berat 100-120 gram yang setara dengan masa remaja pada manusia, bertujuan untuk mengembangkan penelitian molecular terkait pengaruh pemberian Ekstrak Biji Pala terhadap ekspresi mRNA PGC 1-α, Synaptophysin, DR dan BDNF pada jaringan Cerebrum dan Hipokampus.
Hasil penelitian menunjukkan ekspresi mRNA PGC-1α, DR, Synaptophysin dan BDNF pada perlakuan 6 minggu dibandingkan dengan 12 minggu berbeda secara sgnifikan (p=0,001). baik pada sampel Cerebrum maupun Hipokampus.Ekspresi mRNA PGC-1α (p=0,018) , D1A (p=0,006), Synaptophysin (p=0,0000) dan BDNF (p=0,000) lebih meningkat pada hipokampus dibandingkan dengan cerebrum. Sedangkan ekspresi mRNA D1B menurun baik pada hipokampus, maupun pada cerebrum selama perlakuan 6 dan 12 minggu. (p=0,0001).
Simpulan hasil penelitian menunjukkan Ekstrak Biji Pala mempunyai potensi meningkatkanindikator fungsi kognitif terutama pada bagian Hipokampus dibandingkan dengan area cerebrum pada tikus muda Jantan dengan perlakuan pemberian Ekstrak Biji Pala selama 12 minggu.

Kata Kunci : Ekstrak Biji Pala, PGC-1α, Reseptor Dopamin, Synaptophysin, BDNF, Cerebrum, Hipokampus

Akses Berkas

Abstrak
Download
Daftar Isi
Download
Bab 2Login diperlukan
Bab 3Login diperlukan
Bab 4Login diperlukan
Bab 5Login diperlukan
Bab 6Tidak tersedia
LampiranLogin diperlukan
Daftar Pustaka
Download
Full TextTidak tersedia

Metadata

Bahasa
Indonesia
Tanggal Upload
4 September 2023
Status Publikasi
Dipublikasi
ID Pustaka
Kata Kunci
Ekstrak Biji pala
Abstrak
Proses tumbuh kembang dan fungsi kognitif seorang anak erat kaitannya dengan kualitas asupan makro dan mikronutrien dalam kandungan makanan anak sehari hari. Pada fase perkembangan fungsi kognitif anak diawali dari tahap perkembangan maturasi otak dan sensitivitas terhadap rangsangan stimulus eksternal yang optimal pada satu periode tertentu yang disebut dengan periode kritis dan terjadi pada lima tahun pertama kehidupan seorang anak. Pada periode kritis ini terjadi peningkatan densitas sinaps dan fungsi otak.<br /> Pemberian suplemen neurotropik bertujuan untuk meningkatkan neurogenesis, neurotransmisi, sinaptoplastisitas. Perkembangan cerebrum dan hipokampus dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain aktivasi beberapa proteinneurotropik seperti BDNF, Synaptophysin dan Dopamin yang berperan pada proses biogenesis mitokondria pada otak anak. Berbagai upaya untuk mengoptimalkan proses metabolisme pada biogenesis mitokondria yang berkaitan dengan peningkatan fungsi kognitif antara lain dapat dilakukan dengan suplementasi neurotropik antara lain melalui pemberian Ekstrak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt) dalam kaplet Glucopala. Glucopala merupakan Ekstrak Biji Pala yang mengandung zat aktif PPAR-&amp;#947; agonis.Selain itu fungsi kognitif pada anak melibatkan beberapa aktivasi protein neurotropik seperti BDNF dan aktivasi beberapa protein utama pada vesikel sinaptik di neuron, seperti SYP. Penelitian ini menggunakan hewan coba tikus Rattus Novergicus jantan umur 7-8 minggu (lepas sapih), dengan berat 100-120 gram yang setara dengan masa remaja pada manusia, bertujuan untuk mengembangkan penelitian molecular terkait pengaruh pemberian Ekstrak Biji Pala terhadap ekspresi mRNA PGC 1-&amp;#945;, Synaptophysin, DR dan BDNF pada jaringan Cerebrum dan Hipokampus.<br /> Hasil penelitian menunjukkan ekspresi mRNA PGC-1&amp;#945;, DR, Synaptophysin dan BDNF pada perlakuan 6 minggu dibandingkan dengan 12 minggu berbeda secara sgnifikan (p=0,001). baik pada sampel Cerebrum maupun Hipokampus.Ekspresi mRNA PGC-1&amp;#945; (p=0,018) , D1A (p=0,006), Synaptophysin (p=0,0000) dan BDNF (p=0,000) lebih meningkat pada hipokampus dibandingkan dengan cerebrum. Sedangkan ekspresi mRNA D1B menurun baik pada hipokampus, maupun pada cerebrum selama perlakuan 6 dan 12 minggu. (p=0,0001).<br /> Simpulan hasil penelitian menunjukkan Ekstrak Biji Pala mempunyai potensi meningkatkanindikator fungsi kognitif terutama pada bagian Hipokampus dibandingkan dengan area cerebrum pada tikus muda Jantan dengan perlakuan pemberian Ekstrak Biji Pala selama 12 minggu.<br /> <br /> Kata Kunci : Ekstrak Biji Pala, PGC-1&amp;#945;, Reseptor Dopamin, Synaptophysin, BDNF, Cerebrum, Hipokampus<br />

Cite This Paper

APA Style

Tidak dapat membuat sitasi

Perlu Bantuan?

Hubungi kami melalui Email, Whatsapp atau Media Sosial.

Kembali ke Repository