Pengajuan Administrasi dan Bebas Pustaka dapat dilakukan dengan mengklik tautan berikut : Pengajuan Administrasi

Pilih Bahasa:  

ID | EN | SU

Repository Universitas Padjadjaran

KARAKTERISTIK DAN JENIS BATUBARA SERTA POTENSINYA UNTUK DIMANFAATKAN MENJADI BRIKET BATUBARA PADA DAERAH SEKITAR SUBANBURUNG, FORMASI MUARA ENIM, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN.

270110190070
Fakultas Teknik Geologi

Belum Login

Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

KARAKTERISTIK DAN JENIS BATUBARA SERTA POTENSINYA UNTUK DIMANFAATKAN M...

Perpustakaan Universitas Padjadjaran

Kata Kunci

karakteristik batubara, peringkat batubara, briket batubara

KARAKTERISTIK DAN JENIS BATUBARA SERTA POTENSINYA UNTUK DIMANFAATKAN MENJADI BRIKET BATUBARA PADA DAERAH SEKITAR SUBANBURUNG, FORMASI MUARA ENIM, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN.

270110190070
Fakultas Teknik Geologi
Indonesia
Abstrak

Daerah penelitian termasuk kepada Formasi Muara Enim, Cekungan Sumatera Selatan, Sub-Cekungan Palembang Tengah. Formasi Muara Enim terbentuk pada kelompok batuan tersier dan merupakan formasi penyimpan batubara terbesar. Cekungan Sumatera Selatan merupakan backarc basin berumur tersier yang dalam pembentukannya tediri dari tiga episode orogenesa yaitu Mesozoik tengah, Tektonik Kapur akhir sampai Tersier awal, dan Plio sampai plistosen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan karakteristik lapisan, jenis, serta potensi batubara pada daerah penelitian untuk dimanfaatkan menjadi bahan baku briket batubara. Dalam upaya penentuan karakteristik dan kualitas batubara, diperlukan analisis kimia, fisika, dan nilai kalor pada sampel batubara itu sendiri. Analisis kimia batubara terdiri dari analisis proksimate dan analisis ultimate. Karakteristik fisika batubara berhubungan dengan sifat-sifat fisik batubara yang bisa diukur seperti tingkat kesulitan batubara ketika dihaluskan, ini merupakan salah satu indeks batubara yang disebut Hardgrove Grindability Index atau HGI. Karakteristik nilai pembakaran adalah jumlah panas yang dihasilkan dari pembakaran pada jumlah dan kondisi tertentu dalam wujud kalor, diukur menggunakan kalorimeter. Lapisan batubara seam L,J, dan F merupakan batubara dengan kelas Subbituminous, sedangkan batubara seam D terdiri dari batubara dengan kelas Subbituminous dan Bituminous. Sebagian besar sampel yang diambil berpotensi dimanfaatkan menjadi briket batubara.

Akses Berkas

Abstrak
Download
Daftar Isi
Download
Bab 2Login diperlukan
Bab 3Login diperlukan
Bab 4Login diperlukan
Bab 5Login diperlukan
Bab 6Tidak tersedia
LampiranLogin diperlukan
Daftar Pustaka
Download
Full TextTidak tersedia

Metadata

Bahasa
Indonesia
Tanggal Upload
31 Agustus 2023
Status Publikasi
Dipublikasi
ID Pustaka
Kata Kunci
karakteristik batubara, peringkat batubara, briket batubara
Abstrak
Daerah penelitian termasuk kepada Formasi Muara Enim, Cekungan Sumatera Selatan, Sub-Cekungan Palembang Tengah. Formasi Muara Enim terbentuk pada kelompok batuan tersier dan merupakan formasi penyimpan batubara terbesar. Cekungan Sumatera Selatan merupakan backarc basin berumur tersier yang dalam pembentukannya tediri dari tiga episode orogenesa yaitu Mesozoik tengah, Tektonik Kapur akhir sampai Tersier awal, dan Plio sampai plistosen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan karakteristik lapisan, jenis, serta potensi batubara pada daerah penelitian untuk dimanfaatkan menjadi bahan baku briket batubara. Dalam upaya penentuan karakteristik dan kualitas batubara, diperlukan analisis kimia, fisika, dan nilai kalor pada sampel batubara itu sendiri. Analisis kimia batubara terdiri dari analisis proksimate dan analisis ultimate. Karakteristik fisika batubara berhubungan dengan sifat-sifat fisik batubara yang bisa diukur seperti tingkat kesulitan batubara ketika dihaluskan, ini merupakan salah satu indeks batubara yang disebut Hardgrove Grindability Index atau HGI. Karakteristik nilai pembakaran adalah jumlah panas yang dihasilkan dari pembakaran pada jumlah dan kondisi tertentu dalam wujud kalor, diukur menggunakan kalorimeter. Lapisan batubara seam L,J, dan F merupakan batubara dengan kelas Subbituminous, sedangkan batubara seam D terdiri dari batubara dengan kelas Subbituminous dan Bituminous. Sebagian besar sampel yang diambil berpotensi dimanfaatkan menjadi briket batubara.

Cite This Paper

APA Style

Tidak dapat membuat sitasi

Perlu Bantuan?

Hubungi kami melalui Email, Whatsapp atau Media Sosial.

Kembali ke Repository