Repository Universitas Padjadjaran
ANALISIS HUBUNGAN DEPRESI DENGAN TINGKAT PENGGUNAAN LAYANAN RAWAT JALAN PADA MASYARAKAT INDONESIA
Belum Login
Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

ANALISIS HUBUNGAN DEPRESI DENGAN TINGKAT PENGGUNAAN LAYANAN RAWAT JALA...
Perpustakaan Universitas Padjadjaran
Kata Kunci
Depresi, Rawat Jalan, IFLS5, Indonesia
ANALISIS HUBUNGAN DEPRESI DENGAN TINGKAT PENGGUNAAN LAYANAN RAWAT JALAN PADA MASYARAKAT INDONESIA
Abstrak
Depresi merupakan gangguan umum yang ditandai dengan cemas yang berlebihan dan kehilangan minat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Depresi dapat menyebabkan seseorang sulit mengatur dirinya sendiri, sulit mengatur emosi dan dapat menurunkan tingkat kepatuhan obat yang dapat menyebabkan keparahan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan depresi dengan tingkat penggunaan layanan rawat jalan baik layanan formal maupun non-formal seperti Rumah Sakit Pemerintah (Umum/Khusus), Puskesmas/Puskesmas Pembantu, Rumah Sakit Swasta, Poliklinik/Klinik Swasta/Balai Pengobatan/BKIA, dan Praktek Dokter/Petugas Kesehatan, atau dikunjungi oleh Dokter/Petugas Kesehatan atau Praktek Tradisional. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan menggunakan data sekunder dari Indonesia Family Life Survey 5 (IFLS 5). Kriteria inklusi penelitian ini yaitu responden yang berusia 15 tahun keatas yang memiliki data kejadian depresi berdasarkan kuesioner CESD-10 dan sedang menggunakan layanan rawat jalan selama 4 minggu terakhir. Kriteria eksklusi dari penelitian ini yaitu data yang hilang pada variabel bebas, variabel terikat dan variabel perancu. Responden dikatakan depresi jika skor CESD ≥10 dan tidak depresi jika skor CESD <10. Analisis dilakukan dengan melakukan tiga tahapan yaitu analisis deskriptif, analisis bivariat dengan metode chi-square, dan analisis regresi logistik. Interpretasi hasil dari penelitian ini menggunakan odds ratio, 95% Confident Interval dan p-value. Analisis tersebut dilakukan menggunakan software SPSS versi 26. Hasil cleaning data menunjukkan sebanyak 23.087 responden masuk kriteria inklusi, dan hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel perancu seperti status bekerja, kebiasaan merokok, penilaian kesehatan diri, dan kondisi kronis memiliki p-value <0,25 sehingga dilanjutkan ke dalam analisis regresi logistik. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa responden dengan kejadian depresi berisiko 1,093 kali [95% CI 1,009-1,183; p-value 0,029] meningkatkan penggunaan layanan rawat jalan dibandingkan dengan responden tanpa depresi. Nilai tersebut telah disesuaikan dengan variabel perancu yaitu status bekerja, kebiasaan merokok, penilaian kesehatan diri dan kondisi kronis. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa orang dengan depresi sulit dalam mengatur dirinya sendiri sehingga cenderung untuk memiliki keluhan penyakit lainnya sehingga lebih banyak menggunakan layanan rawat jalan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan mental sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Akses Berkas
Metadata
Cite This Paper
APA Style
Tidak dapat membuat sitasi
