Repository Universitas Padjadjaran
Aplikasi Senyawa Bioaktif dari Minyak Serai Wangi (Citronella Oil) sebagai Antimikroba dan Antioksidan dalam Pembuatan Bioplastik dengan Metode Double-Layer Solution Casting untuk Kemasan Aktif
Belum Login
Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

Aplikasi Senyawa Bioaktif dari Minyak Serai Wangi (Citronella Oil) se...
Perpustakaan Universitas Padjadjaran
Kata Kunci
Bioplastik, Minyak Serai Wangi, Antimikroba, Antioksidan
Aplikasi Senyawa Bioaktif dari Minyak Serai Wangi (Citronella Oil) sebagai Antimikroba dan Antioksidan dalam Pembuatan Bioplastik dengan Metode Double-Layer Solution Casting untuk Kemasan Aktif
Abstrak
Kemasan tidak hanya dituntut untuk memenuhi fungsi dasar sebagai wadah dan perlindungan produk, namun juga dituntut untuk ramah lingkungan dan turut aktif dalam memberikan perlindungan produk (active packaging). Aplikasi pengemasan aktif dapat diterapkan dengan menggabungkan senyawa bioaktif ke dalam matriks bahan pengemas, yang dalam penelitian ini adalah bioplastik. Minyak serai wangi sebagai salah satu komoditas ekspor memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan yang efektif digunakan sebagai pengawet makanan. Dalam penelitian ini dilakukan pembuatan bioplastik dengan modifikasi teknik double-layer solution casting untuk menjaga senyawa bioaktif tetap berada pada salah satu sisi bioplastik saja, yang nantinya akan bersentuhan langsung dengan bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak serai wangi pada berbagai tingkat konsentrasi terhadap karakteristik bioplastik serta aktivitas antimikroba dan antioksidan bioplastik sebagai kemasan aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan (experimental) dengan analisis menggunakan one way ANOVA dengan software statistika SPSS 22.0. Hasil menunjukkan bahwa waktu pengeringan dengan metode double-layer solution casting berpengaruh nyata terhadap terhadap karakteristik fisik bioplastik. Penambahan minyak serai wangi ke dalam matriks bioplastik pada berbagai konsentrasi juga berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik bioplastik, aktivitas antimikroba, dan aktivitas antioksidan. Hampir secara keseluruhan, karakteristik fisik sampel masih memenuhi standar JIS (Japanese Industrial Standard). Aktivitas antimikroba dan antioksidan tertinggi terdapat pada sampel dengan konsentrasi minyak serai wangi 5% (C5), dengan nilai zona hambat untuk bakteri E. coli dan S. aureus sebesar 6,25 mm dan 9,13 mm, serta nilai IC50 sebesar 325,82 µg/mL.
Akses Berkas
Metadata
Cite This Paper
APA Style
Tidak dapat membuat sitasi
