Pengajuan Administrasi dan Bebas Pustaka dapat dilakukan dengan mengklik tautan berikut : Pengajuan Administrasi

Pilih Bahasa:  

ID | EN | SU

Repository Universitas Padjadjaran

Gambaran Burnout Syndrome Pada Perawat Instalasi Gawat Darurat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran

Sulis Nur Apni
220210190022
Fakultas Keperawatan

Belum Login

Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

Gambaran Burnout Syndrome Pada Perawat Instalasi Gawat Darurat di Fasi...

Sulis Nur Apni

Perpustakaan Universitas Padjadjaran

Kata Kunci

Burnout, Perawat, IGD

Gambaran Burnout Syndrome Pada Perawat Instalasi Gawat Darurat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran

Sulis Nur Apni
220210190022
Fakultas Keperawatan
Indonesia
Abstrak

Burnout syndrome merupakan kondisi kelelahan psikis berupa mental dan emosi serta kelelahan fisik yang di akibatkan oleh stres berkepanjangan karena adanya tuntutan kerja yang tinggi. Perawat IGD berisiko mengalami burnout karena perawat IGD memiliki beban kerja berat dihadapkan dengan jumlah pasien yang tidak terduga dengan ancaman resiko kematian. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran burnout syndrome pada perawat Instalasi Gawat Darurat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran.
Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan populasi penelitian perawat (N=42). Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dan diperoleh sample sebanyak 42 perawat dengan respon rate 100%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory Human Service Survey (MBI-HSS) yang terdiri dari 22 item pertanyaan. Hasil data kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dimana burnout dianalisis menggunakan LPA (Latent Profil Analysis), disajikan dalam bentuk persentase menggunakan software SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat IGD di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran (21,4%) mengalami burnout, (40,5%) tidak mengalami burnout (Engaged), (4,8%) mengalami overextended (tingginya kelelahan emosional), (2,4%) mengalami disengaded (tingginya depersonalisasi), (26,2%) mengalami ineffective (rendahnya pencapaian diri), dan (4,8%) mengalami kondisi dua dimensi yang tinggi (emotional exhaustion dan reduced personal accomplishment).
Simpulan dari penelitian ini yaitu adanya perawat IGD di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran yang mengalami burnout. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada pihak manajemen di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran untuk mengadakan penyesuaian beban kerja dan mengadakan pelatihan efikasi diri untuk meningkatkan keyakinan akan kemampuan serta pencapaian diri perawat.

Akses Berkas

Abstrak
Download
Daftar Isi
Download
Bab 2Login diperlukan
Bab 3Login diperlukan
Bab 4Login diperlukan
Bab 5Login diperlukan
Bab 6Tidak tersedia
LampiranLogin diperlukan
Daftar Pustaka
Download
Full TextTidak tersedia

Metadata

Bahasa
Indonesia
Tanggal Upload
30 Agustus 2023
Status Publikasi
Tidak Dipublikasi
ID Pustaka
Kata Kunci
Burnout, Perawat, IGD
Abstrak
Burnout syndrome merupakan kondisi kelelahan psikis berupa mental dan emosi serta kelelahan fisik yang di akibatkan oleh stres berkepanjangan karena adanya tuntutan kerja yang tinggi. Perawat IGD berisiko mengalami burnout karena perawat IGD memiliki beban kerja berat dihadapkan dengan jumlah pasien yang tidak terduga dengan ancaman resiko kematian. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran burnout syndrome pada perawat Instalasi Gawat Darurat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran. <br /> Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan populasi penelitian perawat (N=42). Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dan diperoleh sample sebanyak 42 perawat dengan respon rate 100%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory Human Service Survey (MBI-HSS) yang terdiri dari 22 item pertanyaan. Hasil data kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dimana burnout dianalisis menggunakan LPA (Latent Profil Analysis), disajikan dalam bentuk persentase menggunakan software SPSS versi 26.<br /> Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat IGD di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran (21,4%) mengalami burnout, (40,5%) tidak mengalami burnout (Engaged), (4,8%) mengalami overextended (tingginya kelelahan emosional), (2,4%) mengalami disengaded (tingginya depersonalisasi), (26,2%) mengalami ineffective (rendahnya pencapaian diri), dan (4,8%) mengalami kondisi dua dimensi yang tinggi (emotional exhaustion dan reduced personal accomplishment). <br /> Simpulan dari penelitian ini yaitu adanya perawat IGD di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran yang mengalami burnout. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada pihak manajemen di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran untuk mengadakan penyesuaian beban kerja dan mengadakan pelatihan efikasi diri untuk meningkatkan keyakinan akan kemampuan serta pencapaian diri perawat. <br />

Cite This Paper

APA Style

Apni , S. N. (2023). Gambaran Burnout Syndrome Pada Perawat Instalasi Gawat Darurat di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kecamatan Pangandaran. Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Perlu Bantuan?

Hubungi kami melalui Email, Whatsapp atau Media Sosial.

Kembali ke Repository