Pengajuan Administrasi dan Bebas Pustaka dapat dilakukan dengan mengklik tautan berikut : Pengajuan Administrasi

Pilih Bahasa:  

ID | EN | SU

Repository Universitas Padjadjaran

PENGARUH HOLDING DAN ASI PADA INTENSITAS NYERI NEONATUS SAAT PENGAMBILAN DARAH VENA DI RUANG PERINATOLOGI RSUD SUMEDANG

Nestia Risminda
220120200512
Fakultas Keperawatan

Belum Login

Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

PENGARUH HOLDING DAN ASI PADA INTENSITAS NYERI NEONATUS SAAT PENGAMBIL...

Nestia Risminda

Perpustakaan Universitas Padjadjaran

Kata Kunci

ASI, Holding, Neonatus, Nyeri, Perawat

PENGARUH HOLDING DAN ASI PADA INTENSITAS NYERI NEONATUS SAAT PENGAMBILAN DARAH VENA DI RUANG PERINATOLOGI RSUD SUMEDANG

Nestia Risminda
220120200512
Fakultas Keperawatan
Indonesia
Abstrak

Latar belakang: Salah satu manajemen nyeri non-farmakologi serta menjadi pengasuhan paling awal dan sering dilakukan ibu kepada neonatus adalah holding. Namun, ibu seringkali tidak dapat hadir. Kendala kehadiran ibu dapat bervariasi mulai dari kondisi ibu hingga kebijakan rumah sakit dalam pengaturan jam kunjung. Nurse holding dapat menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi kondisi tidak ideal di mana ibu tidak dapat hadir, dengan tetap mengutamakan kehadiran orangtua terlebih dahulu. Holding dikombinasikan dengan ASI sebagai rangsangan multisensori untuk menurunkan nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh holding dan ASI pada intensitas nyeri neonatus saat pengambilan darah vena. Metode: Penelitian kuantitatif dengan Quasi Experimental Design menggunakan rancangan posttest-only dengan kelompok pembanding. Terdapat dua kelompok yaitu kelompok Nurse Holding dan Breast Milk dan kelompok Maternal Holding dan Breastfeeding. Analisis bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan post hoc Mann-Whitney. Penilaian nyeri dilakuan setiap satu menit sebanyak 5 kali. Hasil: Rerata intensitas nyeri dalam setiap satu menit pengukuran sedikit lebih rendah pada kelompok Maternal Holding dan Breastfeeding dibandingkan dengan kelompok Nurse Holding dan Breast Milk. Namun keduanya memiliki persamaan terjadi penurunan intensitas nyeri dari menit ke 6 hingga 10 dan penurunan rerata intensitas nyeri paling tinggi pada menit ke 8 – 9. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan intensitas nyeri antara kedua kelompok pada menit ke 7, 8, 9, dan 10. Kesimpulan: Penelitian ini tidak untuk menggantikan posisi ibu dalam melakukan skin-to-skin pada neonatus. Nurse holding dapat digunakan sebagai salah satu alternatif saat ibu tidak dapat hadir. Nurse holding dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada neonatus yang juga berhubungan dengan persepsi nyeri. Kemudian menggabungkan rasa dan mengisap ASI saat digendong, memberikan masukan taktil, pendengaran, visual, dan asupan endorphin yang dapat memberikan saturasi sensorik untuk mengurangi nyeri saat pengambilan darah vena

Akses Berkas

Abstrak
Download
Daftar Isi
Download
Bab 2Login diperlukan
Bab 3Login diperlukan
Bab 4Login diperlukan
Bab 5Login diperlukan
Bab 6Tidak tersedia
LampiranLogin diperlukan
Daftar Pustaka
Download
Full TextTidak tersedia

Metadata

Bahasa
Indonesia
Tanggal Upload
18 Agustus 2023
Status Publikasi
Dipublikasi
ID Pustaka
Kata Kunci
ASI, Holding, Neonatus, Nyeri, Perawat
Abstrak
Latar belakang: Salah satu manajemen nyeri non-farmakologi serta menjadi pengasuhan paling awal dan sering dilakukan ibu kepada neonatus adalah holding. Namun, ibu seringkali tidak dapat hadir. Kendala kehadiran ibu dapat bervariasi mulai dari kondisi ibu hingga kebijakan rumah sakit dalam pengaturan jam kunjung. Nurse holding dapat menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mengatasi kondisi tidak ideal di mana ibu tidak dapat hadir, dengan tetap mengutamakan kehadiran orangtua terlebih dahulu. Holding dikombinasikan dengan ASI sebagai rangsangan multisensori untuk menurunkan nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh holding dan ASI pada intensitas nyeri neonatus saat pengambilan darah vena. Metode: Penelitian kuantitatif dengan Quasi Experimental Design menggunakan rancangan posttest-only dengan kelompok pembanding. Terdapat dua kelompok yaitu kelompok Nurse Holding dan Breast Milk dan kelompok Maternal Holding dan Breastfeeding. Analisis bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis dengan post hoc Mann-Whitney. Penilaian nyeri dilakuan setiap satu menit sebanyak 5 kali. Hasil: Rerata intensitas nyeri dalam setiap satu menit pengukuran sedikit lebih rendah pada kelompok Maternal Holding dan Breastfeeding dibandingkan dengan kelompok Nurse Holding dan Breast Milk. Namun keduanya memiliki persamaan terjadi penurunan intensitas nyeri dari menit ke 6 hingga 10 dan penurunan rerata intensitas nyeri paling tinggi pada menit ke 8 – 9. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan intensitas nyeri antara kedua kelompok pada menit ke 7, 8, 9, dan 10. Kesimpulan: Penelitian ini tidak untuk menggantikan posisi ibu dalam melakukan skin-to-skin pada neonatus. Nurse holding dapat digunakan sebagai salah satu alternatif saat ibu tidak dapat hadir. Nurse holding dapat memberikan rasa aman dan nyaman pada neonatus yang juga berhubungan dengan persepsi nyeri. Kemudian menggabungkan rasa dan mengisap ASI saat digendong, memberikan masukan taktil, pendengaran, visual, dan asupan endorphin yang dapat memberikan saturasi sensorik untuk mengurangi nyeri saat pengambilan darah vena

Cite This Paper

APA Style

Risminda , N. (2023). PENGARUH HOLDING DAN ASI PADA INTENSITAS NYERI NEONATUS SAAT PENGAMBILAN DARAH VENA DI RUANG PERINATOLOGI RSUD SUMEDANG . Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Perlu Bantuan?

Hubungi kami melalui Email, Whatsapp atau Media Sosial.

Kembali ke Repository