Pengajuan Administrasi dan Bebas Pustaka dapat dilakukan dengan mengklik tautan berikut : Pengajuan Administrasi

Pilih Bahasa:  

ID | EN | SU

Repository Universitas Padjadjaran

Pemberitaan Kasus Diskriminasi Penyandang Tuli dan Pengabaian Jurnalisme Advokasi

Muhamad Fadhil Raihan
210610190015
Fakultas Ilmu Komunikasi

Belum Login

Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

Pemberitaan Kasus Diskriminasi Penyandang Tuli dan Pengabaian Jurnalis...

Muhamad Fadhil Raihan

Perpustakaan Universitas Padjadjaran

Kata Kunci

diskriminasi,fungsi media massa,jurnalisme advokasi,pengabaian,penyandang tuli

Pemberitaan Kasus Diskriminasi Penyandang Tuli dan Pengabaian Jurnalisme Advokasi

Muhamad Fadhil Raihan
210610190015
Fakultas Ilmu Komunikasi
Indonesia
Abstrak

Muhammad Fadhil Raihan, 210610190015. 2023. Pemberitaan Kasus Diskriminasi
Penyandang Tuli dan Pengabaian Jurnalisme Advokasi (Studi Kasus Intrinsik Pengabaian
Jurnalisme Advokasi Kompas.com pada Pemberitaan Kasus Diskriminasi Penyandang Tuli
TP oleh Satpam Kantor Grab). Pembimbing Utama Dr. Herlina Agustin, S.Sos., M.T.,
Pembimbing Pendamping Rinda Aunillah, S.Sos., M.I.Kom., Program Studi Jurnalistik,
Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.
Kompas.com memberitakan kasus diskriminasi penyandang tuli TP dengan menggunakan
narasumber utama dari Grab Indonesia untuk menjelaskan proses penyelesaian kasus.
Pemilihan narasumber tersebut bertentangan dengan prinsip jurnalisme advokasi.
Jurnalisme advokasi merupakan konsep jurnalisme yang memiliki tujuan serupa dengan
fungsi media massa, yaitu fungsi kontrol sosial dan fungsi mobilisasi. Penelitian ini
bertujuan untuk melihat bagaimana media massa melakukan pengabaian terhadap
jurnalisme advokasi dan fungsi media massa, khususnya dalam memberitakan isu
diskriminasi penyandang disabilitas. Penelitian ini berfokus pada pengabaian jurnalisme
advokasi dalam pemberitaan kasus diskriminasi penyandang tuli TP oleh Kompas.com.
Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus Robert E. Stake. Pengumpulan
data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi pustaka.
Wawancara dilakukan pada satu reporter dan satu editor kanal Megapolitan Kompas.com
yang bertanggung jawab dalam memproduksi berita terkait TP untuk memperoleh data
terkait proses produksi berita, kebijakan redaksi, identifikasi Kompas.com pada kasus
diskriminasi penyandang disabilitas, dan hambatan Kompas.com dalam menerapkan
jurnalisme advokasi. Observasi dilakukan pada sepuluh berita kasus diskriminasi
penyandang tuli TP oleh Kompas.com pada periode 27-30 April 2022. Hasil dari penelitian
ini menemukan bahwa pemberitaan Kompas.com belum sesuai dengan unsur-unsur
jurnalisme advokasi, mulai dari titik berat berita, isu yang diangkat, narasumber utama,
asas legalitas dan prioritas kerja liputan, serta harapan pasca pemuatan berita. Kompas.com
juga memiliki berbagai hambatan berupa kurangnya pemahaman dan sosialisasi terkait
jurnalisme advokasi dan panduan pemberitaan isu disabilitas.

Akses Berkas

Abstrak
Download
Daftar Isi
Download
Bab 2Login diperlukan
Bab 3Login diperlukan
Bab 4Login diperlukan
Bab 5Login diperlukan
Bab 6Tidak tersedia
LampiranLogin diperlukan
Daftar Pustaka
Download
Full TextTidak tersedia

Metadata

Bahasa
Indonesia
Tanggal Upload
21 Agustus 2023
Status Publikasi
Dipublikasi
ID Pustaka
Kata Kunci
diskriminasi,fungsi media massa,jurnalisme advokasi,pengabaian,penyandang tuli
Abstrak
Muhammad Fadhil Raihan, 210610190015. 2023. Pemberitaan Kasus Diskriminasi<br /> Penyandang Tuli dan Pengabaian Jurnalisme Advokasi (Studi Kasus Intrinsik Pengabaian<br /> Jurnalisme Advokasi Kompas.com pada Pemberitaan Kasus Diskriminasi Penyandang Tuli<br /> TP oleh Satpam Kantor Grab). Pembimbing Utama Dr. Herlina Agustin, S.Sos., M.T.,<br /> Pembimbing Pendamping Rinda Aunillah, S.Sos., M.I.Kom., Program Studi Jurnalistik,<br /> Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran.<br /> Kompas.com memberitakan kasus diskriminasi penyandang tuli TP dengan menggunakan<br /> narasumber utama dari Grab Indonesia untuk menjelaskan proses penyelesaian kasus.<br /> Pemilihan narasumber tersebut bertentangan dengan prinsip jurnalisme advokasi.<br /> Jurnalisme advokasi merupakan konsep jurnalisme yang memiliki tujuan serupa dengan<br /> fungsi media massa, yaitu fungsi kontrol sosial dan fungsi mobilisasi. Penelitian ini<br /> bertujuan untuk melihat bagaimana media massa melakukan pengabaian terhadap<br /> jurnalisme advokasi dan fungsi media massa, khususnya dalam memberitakan isu<br /> diskriminasi penyandang disabilitas. Penelitian ini berfokus pada pengabaian jurnalisme<br /> advokasi dalam pemberitaan kasus diskriminasi penyandang tuli TP oleh Kompas.com.<br /> Penelitian kualitatif ini menggunakan metode studi kasus Robert E. Stake. Pengumpulan<br /> data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan studi pustaka.<br /> Wawancara dilakukan pada satu reporter dan satu editor kanal Megapolitan Kompas.com<br /> yang bertanggung jawab dalam memproduksi berita terkait TP untuk memperoleh data<br /> terkait proses produksi berita, kebijakan redaksi, identifikasi Kompas.com pada kasus<br /> diskriminasi penyandang disabilitas, dan hambatan Kompas.com dalam menerapkan<br /> jurnalisme advokasi. Observasi dilakukan pada sepuluh berita kasus diskriminasi<br /> penyandang tuli TP oleh Kompas.com pada periode 27-30 April 2022. Hasil dari penelitian<br /> ini menemukan bahwa pemberitaan Kompas.com belum sesuai dengan unsur-unsur<br /> jurnalisme advokasi, mulai dari titik berat berita, isu yang diangkat, narasumber utama,<br /> asas legalitas dan prioritas kerja liputan, serta harapan pasca pemuatan berita. Kompas.com<br /> juga memiliki berbagai hambatan berupa kurangnya pemahaman dan sosialisasi terkait<br /> jurnalisme advokasi dan panduan pemberitaan isu disabilitas.

Cite This Paper

APA Style

Raihan , M. F. (2023). Pemberitaan Kasus Diskriminasi Penyandang Tuli dan Pengabaian Jurnalisme Advokasi. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Perlu Bantuan?

Hubungi kami melalui Email, Whatsapp atau Media Sosial.

Kembali ke Repository