Pengajuan Administrasi dan Bebas Pustaka dapat dilakukan dengan mengklik tautan berikut : Pengajuan Administrasi

Pilih Bahasa:  

ID | EN | SU

Repository Universitas Padjadjaran

POLA KOMUNIKASI ANGGOTA ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PENGUATAN IDENTITAS KELOMPOK (Studi Etnografi Komunikasi pada anggota Organisasi Masyarakat Pemuda Bali Bersatu)

210130190013
Fakultas Ilmu Komunikasi

Belum Login

Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

POLA KOMUNIKASI ANGGOTA ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PENGUATAN IDENTITA...

Perpustakaan Universitas Padjadjaran

Kata Kunci

Etnografi Komunikasi; Organisasi Masyarakat; Pola Komunikasi; Organisasi Kejahatan Terorganisir

POLA KOMUNIKASI ANGGOTA ORGANISASI MASYARAKAT DALAM PENGUATAN IDENTITAS KELOMPOK (Studi Etnografi Komunikasi pada anggota Organisasi Masyarakat Pemuda Bali Bersatu)

210130190013
Fakultas Ilmu Komunikasi
Indonesia
Abstrak

Penelitian ini berangkat dari fenomena eksistensi Organisasi Masyarakat yang ada di Bali. Sejumlah tindakan kriminal seperti perkelahian antar ormas dengan menggunakan senjata tajam, pungutan liar hingga peredaran narkoba seringkali terkait dengan Organisasi-organisasi masyarakat tersebut. Pada tahun 2017, Kapolda Bali telah menyatakan tiga Organisasi Masyarakat di Bali sebagai Organized Crime Organization. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola komunikasi anggota Ormas Pemuda Bali Bersatu, salah satu Ormas besar yang ada di Bali. Dengan menggunakan metode Etnografi Komunikasi, penelitian ini menganalisa peristiwa komunikasi yang terjadi berulang, menggambarkan hubungan antar komponen komunikasi yang terdapat dalam peristiwa, memaparkan simbol dan nilai yang digunakan oleh ormas tersebut dan menggambarkan pola komunikasi anggota ormas tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa peristiwa komunikasi yang berulang yaitu rapat organisasi, persembahyangan bersama, perayaan ulang tahun organisasi dan nongkrong. Dari komponen-komponen komunikasi pada komunikasi berulang tersebut ditemukan hubungan-hubungan antar komponen yang menunjukkan bahwa komponen Participant paling sering menjadi komponen yang berkaitan dengan komponen lainnya yaitu Setting, Act of Sequence, Norm of Interaction, End dan Key. Sementara simbol verbal dan non-verbal banyak digunakan banyak mengambil filosofi budaya setempat yaitu budaya Hindu Bali. Melalui proses interaksi simbolik, anggota organisasi membentuk pola komunikasi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti konteks sosial, norma budaya dan pengalaman individu yang terlibat dalam interaksi tersebut. Pola komunikasi yang terbentuk dari pimpinan ke anggota berupa sistem komando sementara pada pola komunikasi antar anggota terdapat pola komunikasi grapevine atau desas-desus dan tema-tema fantasi pada komunikasi antar anggota ormas Pemuda Bali Bersatu.

Akses Berkas

Abstrak
Download
Daftar Isi
Download
Bab 2Login diperlukan
Bab 3Login diperlukan
Bab 4Login diperlukan
Bab 5Login diperlukan
Bab 6Login diperlukan
LampiranLogin diperlukan
Daftar Pustaka
Download
Full TextTidak tersedia

Metadata

Bahasa
Indonesia
Tanggal Upload
24 Agustus 2023
Status Publikasi
Dipublikasi
ID Pustaka
Kata Kunci
Etnografi Komunikasi; Organisasi Masyarakat; Pola Komunikasi; Organisasi Kejahatan Terorganisir
Abstrak
Penelitian ini berangkat dari fenomena eksistensi Organisasi Masyarakat yang ada di Bali. Sejumlah tindakan kriminal seperti perkelahian antar ormas dengan menggunakan senjata tajam, pungutan liar hingga peredaran narkoba seringkali terkait dengan Organisasi-organisasi masyarakat tersebut. Pada tahun 2017, Kapolda Bali telah menyatakan tiga Organisasi Masyarakat di Bali sebagai Organized Crime Organization. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola komunikasi anggota Ormas Pemuda Bali Bersatu, salah satu Ormas besar yang ada di Bali. Dengan menggunakan metode Etnografi Komunikasi, penelitian ini menganalisa peristiwa komunikasi yang terjadi berulang, menggambarkan hubungan antar komponen komunikasi yang terdapat dalam peristiwa, memaparkan simbol dan nilai yang digunakan oleh ormas tersebut dan menggambarkan pola komunikasi anggota ormas tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa peristiwa komunikasi yang berulang yaitu rapat organisasi, persembahyangan bersama, perayaan ulang tahun organisasi dan nongkrong. Dari komponen-komponen komunikasi pada komunikasi berulang tersebut ditemukan hubungan-hubungan antar komponen yang menunjukkan bahwa komponen Participant paling sering menjadi komponen yang berkaitan dengan komponen lainnya yaitu Setting, Act of Sequence, Norm of Interaction, End dan Key. Sementara simbol verbal dan non-verbal banyak digunakan banyak mengambil filosofi budaya setempat yaitu budaya Hindu Bali. Melalui proses interaksi simbolik, anggota organisasi membentuk pola komunikasi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti konteks sosial, norma budaya dan pengalaman individu yang terlibat dalam interaksi tersebut. Pola komunikasi yang terbentuk dari pimpinan ke anggota berupa sistem komando sementara pada pola komunikasi antar anggota terdapat pola komunikasi grapevine atau desas-desus dan tema-tema fantasi pada komunikasi antar anggota ormas Pemuda Bali Bersatu.

Cite This Paper

APA Style

Tidak dapat membuat sitasi

Perlu Bantuan?

Hubungi kami melalui Email, Whatsapp atau Media Sosial.

Kembali ke Repository