Pengajuan Administrasi dan Bebas Pustaka dapat dilakukan dengan mengklik tautan berikut : Pengajuan Administrasi

Pilih Bahasa:  

ID | EN | SU

Repository Universitas Padjadjaran

Efektivitas Antibakteri Fraksi Metanol Daun Sirih Hijau (Piper betle linn) terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis secara In vitro dan In silico

160621200011
Fakultas Kedokteran Gigi

Belum Login

Login dengan Email Unpad untuk mengakses berkas lengkap

Efektivitas Antibakteri Fraksi Metanol Daun Sirih Hijau (Piper betle l...

Perpustakaan Universitas Padjadjaran

Kata Kunci

Enterococcus faecalis, Muramidase A, Gallic acid, Hydroxychavicol, Piper betle, Sirih hijau

Efektivitas Antibakteri Fraksi Metanol Daun Sirih Hijau (Piper betle linn) terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis secara In vitro dan In silico

160621200011
Fakultas Kedokteran Gigi
Indonesia
Abstrak

Tingkat keberhasilan perawatan endodontik mencapai 86-98%. Salah satu etiologi kegagalan perawatan endodontik adalah infeksi bakteri persisten. Spesies bakteri dengan prevalensi paling tinggi yang diisolasi di dalam saluran akar yang telah dilakukan perawatan adalah Enterococcus faecalis. Penanganan E.faecalis pada infeksi saluran akar dapat dilakukan melalui mekanisme penghambatan biosintesis dinding sel bakteri. Enzim Muramidase A berperan penting pada tahap awal biosintesis peptidoglikan, yang merupakan komponen utama pembentuk dinding sel bakteri. Daun Piper betle linn yang dikenal juga sebagai daun sirih hijau diketahui memiliki kemampuan antibakteri pada kandungannya. Senyawa bioaktif pada daun Piper betle linn. yang dianggap berperan dalam aktivitas antibakteri terutama terhadap E.faecalis adalah senyawa fenol dan turunannya, gallic acid dan hydroxychavicol. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas antibakteri fraksi metanol daun Piper betle linn. terhadap bakteri E.faecalis secara invitro dan mengetahui prediksi aktivitas senyawa hydroxychavicol dan gallic acid terhadap enzim MurA dengan metode in silico. Penelitian invitro dilakukan dengan pengukuran zona hambat dengan metode Kirby Bauer dan penentuan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC) dengan metode mikrodilusi. Penelitian insilico dilakukan dengan melakukan molecular docking antara ligan senyawa terhadap reseptor MurA menggunakan Autodock tools 1.5.6. Hasil pengukuran zona hambat menunjukkan tidak terbentuk zona hambat pada sampel fraksi metanol daun piper betle linn dengan konsentrasi 20.000, 40.000, 60.000, dan 80.000 μg/mL sedangkan untuk konsentrasi 100.000, 200.000, dan 400.000 μg/mL menunjukkan zona hambat rata-rata sebesar 10,1 mm, 12,1 mm, dan 14,7 mm. Hasil penentuan MIC pada konsentrasi 20.000 μg/mL dan nilai MBC pada konsentrasi 40.000 μg/mL. Hasil molecular docking menunjukkan nilai binding affinity terhadap reseptor MurA pada senyawa gallic acid sebesar -6,30 kcal/mol dan pada senyawa hydroxychavicol sebesar -5,10 kcal/mol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fraksi metanol daun Piper betle linn memiliki efektivitas antibakteri terhadap bakteri E.faecalis serta senyawa hydroxychavicol dan gallic acid memiliki aktivitas terhadap enzim MurA dari bakteri E.faecalis.

Akses Berkas

Abstrak
Download
Daftar Isi
Download
Bab 2Login diperlukan
Bab 3Login diperlukan
Bab 4Login diperlukan
Bab 5Login diperlukan
Bab 6Tidak tersedia
LampiranLogin diperlukan
Daftar Pustaka
Download
Full TextTidak tersedia

Metadata

Bahasa
Indonesia
Tanggal Upload
27 Agustus 2023
Status Publikasi
Tidak Dipublikasi
ID Pustaka
Kata Kunci
Enterococcus faecalis, Muramidase A, Gallic acid, Hydroxychavicol, Piper betle, Sirih hijau
Abstrak
Tingkat keberhasilan perawatan endodontik mencapai 86-98%. Salah satu etiologi kegagalan perawatan endodontik adalah infeksi bakteri persisten. Spesies bakteri dengan prevalensi paling tinggi yang diisolasi di dalam saluran akar yang telah dilakukan perawatan adalah Enterococcus faecalis. Penanganan E.faecalis pada infeksi saluran akar dapat dilakukan melalui mekanisme penghambatan biosintesis dinding sel bakteri. Enzim Muramidase A berperan penting pada tahap awal biosintesis peptidoglikan, yang merupakan komponen utama pembentuk dinding sel bakteri. Daun Piper betle linn yang dikenal juga sebagai daun sirih hijau diketahui memiliki kemampuan antibakteri pada kandungannya. Senyawa bioaktif pada daun Piper betle linn. yang dianggap berperan dalam aktivitas antibakteri terutama terhadap E.faecalis adalah senyawa fenol dan turunannya, gallic acid dan hydroxychavicol. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas antibakteri fraksi metanol daun Piper betle linn. terhadap bakteri E.faecalis secara invitro dan mengetahui prediksi aktivitas senyawa hydroxychavicol dan gallic acid terhadap enzim MurA dengan metode in silico. Penelitian invitro dilakukan dengan pengukuran zona hambat dengan metode Kirby Bauer dan penentuan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC) dengan metode mikrodilusi. Penelitian insilico dilakukan dengan melakukan molecular docking antara ligan senyawa terhadap reseptor MurA menggunakan Autodock tools 1.5.6. Hasil pengukuran zona hambat menunjukkan tidak terbentuk zona hambat pada sampel fraksi metanol daun piper betle linn dengan konsentrasi 20.000, 40.000, 60.000, dan 80.000 μg/mL sedangkan untuk konsentrasi 100.000, 200.000, dan 400.000 μg/mL menunjukkan zona hambat rata-rata sebesar 10,1 mm, 12,1 mm, dan 14,7 mm. Hasil penentuan MIC pada konsentrasi 20.000 μg/mL dan nilai MBC pada konsentrasi 40.000 μg/mL. Hasil molecular docking menunjukkan nilai binding affinity terhadap reseptor MurA pada senyawa gallic acid sebesar -6,30 kcal/mol dan pada senyawa hydroxychavicol sebesar -5,10 kcal/mol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa fraksi metanol daun Piper betle linn memiliki efektivitas antibakteri terhadap bakteri E.faecalis serta senyawa hydroxychavicol dan gallic acid memiliki aktivitas terhadap enzim MurA dari bakteri E.faecalis.

Cite This Paper

APA Style

Tidak dapat membuat sitasi

Perlu Bantuan?

Hubungi kami melalui Email, Whatsapp atau Media Sosial.

Kembali ke Repository