Text
"Kajian Rancangan Blok Pengelolaan Taman Hutan Raya Gunung Lalang Di Kabupaten Belitung "
Tahura Gunung Lalang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Nomor: 579/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016
tanggal 27 Juli 2016. Namun sampai saat ini, Tahura Gunung Lalang tidak memiliki
dokumen yang memadai terkait kondisi biofisik serta belum melakukan penataan areal
ke dalam blok pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rancangan blok
pengelolaan Tahura Gunung Lalang dengan menggunakan metode Analisis Sensitivitas
Kawasan dan Aktivitas Masyarakat. Metode ini menggunakan teknik overlay peta-peta
tematik dari data biofisik serta data sosial ekonomi budaya yang dikumpulkan. Selain itu,
penelitian ini juga akan merumuskan strategi dan arahan pengembangan pada setiap blok
pengelolaan Tahura Gunung Lalang dengan menggunakan Analisis SWOT. Metode
penelitian yang digunakan merupakan penggabungan kuantitatif dan kualitatif, kemudian
dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 macam
rancangan blok pengelolaan di Tahura Gunung Lalang yaitu blok perlindungan (1.249
Ha), blok pemanfaatan (86,8 Ha), dan blok rehabilitasi (1.221,88 Ha). Strategi
pengembangan kawasan Tahura Gunung Lalang yang menjadi prioritas utama bagi
pengelola Tahura nantinya adalah strategi S-O, yaitu dengan menggunakan seluruh
kekuatan yang ada untuk memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi-strategi
tersebut yaitu mengembangkan sarana dan prasarana kepariwisataan, memberikan
pelatihan dan pembinaan kewirausahaan kepada masyarakat, serta melakukan promosi
wisata. Bentuk arahan pengembangan pada setiap blok pengelolaan antara lain: 1) Blok
Perlindungan, yaitu dengan melakukan upaya restorasi ekosistem untuk memperbaiki
kualitas tutupan lahan; 2) Blok Pemanfaatan, yaitu dengan melakukan pemulihan areal
yang rusak akibat penambangan batu dan aktivitas perkebunan lada, melengkapi sarana
dan prasarana kepariwisataan, serta melakukan promosi wisata, dan; 3) Blok
Rehabilitasi, yaitu dengan melakukan reklamasi dan restorasi ekosistem terhadap seluruh
ABSTRACT
Gunung Lalang Forest Park (Tahura) was established based on the Decree of the
Minister of Environment and Forestry RI Number: 579/Menlhk/Setjen/PLA.2/7/2016,
27th July 2016. However, until now, Tahura Gunung Lalang does not have sufficient
documents related to the biophysical condition and have not dividing the areas into the
management block. This study aims to design management blocks of Tahura Gunung
Lalang using the method of Sensitivity Analysis of Area and Community Activity. This
method uses overlay techniques of thematic maps of biophysical data and socioeconomic cultural data collected. In addition, this research will also formulate strategies
and direction of development in every management block of Tahura Gunung Lalang
using SWOT Analysis. This Study used quantitative and qualitative methods and
afterward the data were analyzed descriptively. The result of the research shows that
there are 3 kinds of management block design in Tahura Gunung Lalang, that is
Protection Block (1,249 Ha), Utilization Block (86,8 Ha), and Rehabilitation Block
(1,221.88 Ha). The strategy to develop the Tahura Gunung Lalang area which is a top
priority for Tahura's managers will be the S-O strategy, by using all available strengths
to take advantage of the greatest opportunities. These strategies are developing tourism
facilities and infrastructure, providing training and entrepreneurship development to the
community, and promoting tourism. Forms of development directives in each
management block include: 1) Protection Block, by making ecosystem restoration efforts
to improve the quality of land cover; 2) Utilization Block, by restoring damaged areas
due to stone mining and pepper plantation activities, complete the facilities and
infrastructure of tourism, and promoting tourism, and; 3) Rehabilitation Block, by
reclamation and restoration of ecosystem to all or part of block area.
Keywords : Forest Park, Sensitivity Analysis of Area and Community Activitiy,
Vegetation, Animals, Geographic Information Systems.
atau pada sebagian areal blok.
Kata Kunci: Taman Hutan Raya, Analisis Sensitivitas Kawasan dan Aktivitas
Masyarakat, Vegetasi, Satwa, Sistem Informasi Geografis.
No copy data
No other version available