Thesis
Efektifitas Ekstrak Batang Pisang Mauli (Musa acuminata) Terhadap Penyembuhan Alveolar Osteitis Pasca Pencabutan Gigi (Studi Eksperimental pada Tikus Sprague Dawley)
Pendahuluan: Alveolar osteitis atau dry socket merupakan salah satu komplikasi pencabutan
gigi yang biasa terjadi. Pilihan obat yang digunakan dalam perawatan alveolar osteitis selama
ini adalah pasta iodoform. Beberapa laporan kasus telah ditemukan kasus efek samping dari
penggunaan iodoform. Penggunaan bahan obat herbal dapat menjadi alternatif dengan tujuan
mengurangi resiko efek samping, murah dan mudah didapat. Salah satunya batang pisang
Mauli yang telah digunakan masyarakat Indonesia sejak lama sebagai bahan pengobatan dalam
penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekstrak batang pisang
Mauli terhadap penyembuhan alveolar osteitis dengan mengamati luasan fibroblas dan jumlah
osteoblas. Metode: Dua puluh empat tikus Sprague Dawley yang diinduksi alveolar osteitis
secara random dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok KN tidak diberikan perlakuan apapun,
kelompok KI diberi perlakuan irigasi dan aplikasi pasta iodoform dua kali sehari dan kelompok
KM dilakukan irigasi dan aplikasi ekstrak batang pisang Mauli dua kali sehari selama 7 dan 14
hari. Kemudian dilakukan pemeriksaan luasan fibroblas dan penghitungan jumlah osteoblas.
Data luasan fibroblas menggunakan analisis oneway anova dengan uji lanjut LSD (Least
Significant Difference), sedangkan pada jumlah osteoblas dilakukan analisa menggunakan
analisis Kruskal-Wallis dengan uji lanjut Mann-Whitney untuk mengetahui perbedaan kontrol
positif pasta iodoform dan kelompok ekstrak batang pisang Mauli. Hasil: Hasil analisis data
menunjukkan hari ke-7 tidak terdapat perbedaan luasan fibroblas pada ekstrak batang pisang
Mauli (Musa acuminata) dibandingkan pasta iodoform (signifikan p0,127>0,05), sedangkan
pada hari ke-14 terdapat perbedaan luasan fibroblas (p0,009
No copy data
No other version available