Aktivitas Antibakteri Fraksi Teraktif Dari Daun Beringin (Ficus Benjamina Linn) Dan Daun Kiara Kebo (Ficus Altissima Blume) Terhadap Bacillus Subtilis Atcc 6633

Main Authors: Aaronson, Philip I., Michael Octavianus
Format: Book
Published: Fak. Farmasi Unpad , 2018
Subjects:
Online Access: http://lib.unpad.ac.id//index.php?p=show_detail&id=186800
ctrlnum slims-186800
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title>Aktivitas Antibakteri Fraksi Teraktif Dari Daun Beringin (Ficus Benjamina Linn) Dan Daun Kiara Kebo (Ficus Altissima Blume) Terhadap Bacillus Subtilis Atcc 6633</title><creator>Aaronson, Philip I.</creator><creator>Michael Octavianus</creator><subject>Antibakteri, Ficus benjamina Linn, Ficus altissima</subject><publisher>Fak. Farmasi Unpad</publisher><date>2018</date><language>Indonesia</language><type>Book:Book</type><identifier>http://lib.unpad.ac.id//index.php?p=show_detail&amp;id=186800</identifier><description>Tumbuhan pakan primata terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi teraktif dari daun beringin (Ficus benjamina Linn) dan kiara kebo (Ficus altissima Blume) terhadap bakteri Bacillus subtilis ATCC 6633. Tahap penelitian meliputi determinasi tumbuhan, penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia, uji aktivitas ekstrak, penentuan profil kromatografi lapis tipis (KLT) ekstrak teraktif , fraksinasi ekstrak teraktif dengan kromatografi cair vakum (KCV), penentuan profil KLT fraksi, uji aktivitas fraksi, penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan konsentasi bunuh minimum (KBM) fraksi teraktif, dan penapisan fitokimia simplisia, ekstrak dan fraksi teraktif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun kiara kebo merupakan ekstrak teraktif dengan diameter hambat pertumbuhan Bacillus subtilis ATCC 6633 sebesar 15,3 mm pada konsentrasi 1,25%. Ekstrak ini mengandung senyawa flavanoid, steroid, monoterpenoid dan sesquiterpenoid, dengan rendemen ekstrak sebanyak 2,12% (b/b) terhadap simplisia. Kelompok fraksi II (fraksi 5-10) dan III (fraksi 11-15) adalah fraksi teraktif, dengan diameter hambat pertumbuhan Bacilus subtilis ATCC 6633 sebesar 13,1-12,6 mm pada konsentrasi 3%. Kedua kelompok fraksi kemudian digabungkan dan dilakukan penentuan KHTM dan KBM. Hasilnya, fraksi memiliki nilai KHTM dan KBM pada konsentrasi 0,0625% (b/v) dan 0,125% (b/v). Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa fraksi ini mengandung senyawa golongan flavanoid, steroid, monoterpenoid dan sesquiterpenoid. Kata kunci : Antibakteri, Ficus benjamina Linn, Ficus altissima Blume, Bacillus subtilis ATCC6633, tumbuhan pakan primata</description><geographic>Sumedang</geographic><subject>3277</subject><coverage>Fakultas Farmasi</coverage><geographic>Fakultas Farmasi</geographic><recordID>slims-186800</recordID></dc>
format Book:Book
Book
author Aaronson, Philip I.
Michael Octavianus
title Aktivitas Antibakteri Fraksi Teraktif Dari Daun Beringin (Ficus Benjamina Linn) Dan Daun Kiara Kebo (Ficus Altissima Blume) Terhadap Bacillus Subtilis Atcc 6633
publisher Fak. Farmasi Unpad
publishDate 2018
topic Antibakteri
Ficus benjamina Linn
Ficus altissima
3277
url http://lib.unpad.ac.id//index.php?p=show_detail&id=186800
contents Tumbuhan pakan primata terbukti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi teraktif dari daun beringin (Ficus benjamina Linn) dan kiara kebo (Ficus altissima Blume) terhadap bakteri Bacillus subtilis ATCC 6633. Tahap penelitian meliputi determinasi tumbuhan, penyiapan simplisia, ekstraksi simplisia, uji aktivitas ekstrak, penentuan profil kromatografi lapis tipis (KLT) ekstrak teraktif , fraksinasi ekstrak teraktif dengan kromatografi cair vakum (KCV), penentuan profil KLT fraksi, uji aktivitas fraksi, penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) dan konsentasi bunuh minimum (KBM) fraksi teraktif, dan penapisan fitokimia simplisia, ekstrak dan fraksi teraktif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun kiara kebo merupakan ekstrak teraktif dengan diameter hambat pertumbuhan Bacillus subtilis ATCC 6633 sebesar 15,3 mm pada konsentrasi 1,25%. Ekstrak ini mengandung senyawa flavanoid, steroid, monoterpenoid dan sesquiterpenoid, dengan rendemen ekstrak sebanyak 2,12% (b/b) terhadap simplisia. Kelompok fraksi II (fraksi 5-10) dan III (fraksi 11-15) adalah fraksi teraktif, dengan diameter hambat pertumbuhan Bacilus subtilis ATCC 6633 sebesar 13,1-12,6 mm pada konsentrasi 3%. Kedua kelompok fraksi kemudian digabungkan dan dilakukan penentuan KHTM dan KBM. Hasilnya, fraksi memiliki nilai KHTM dan KBM pada konsentrasi 0,0625% (b/v) dan 0,125% (b/v). Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa fraksi ini mengandung senyawa golongan flavanoid, steroid, monoterpenoid dan sesquiterpenoid. Kata kunci : Antibakteri, Ficus benjamina Linn, Ficus altissima Blume, Bacillus subtilis ATCC6633, tumbuhan pakan primata
software_str slims
id IOS99.slims-186800
institution Universitas Padjadjaran
institution_id 454
institution_type library:university
library
library Perpustakaan Unpad
library_id 1
collection UNPAD Library Information System
repository_id 99
city SUMEDANG
province JAWA BARAT
repoId IOS99
first_indexed 2018-03-05T02:49:58Z
last_indexed 2018-03-05T02:49:58Z
recordtype dc
_version_ 1609966160753721344
score 12.0878725