Dynamics of Chinese Subculture Diaspora at Singkawang City

Main Authors: Alkadrie, Jafar Fikri, Hanifa, Gorby Faisal, Irawan, Annisa Chantika
Format: Article info application/pdf Journal
Bahasa: ind
Diterbitkan: Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran , 2017
Online Access: http://intermesticjournal.fisip.unpad.ac.id/index.php/intermestic/article/view/24
http://intermesticjournal.fisip.unpad.ac.id/index.php/intermestic/article/view/24/13
Daftar Isi:
  • Diaspora yang dilakukan masyarakat Cina ke berbagai wilayah di dunia, membuat mereka mempunyai kultur tersendiri dengan kekhasan masing-masing, karena telah berakulturasi dengan wilayah tempat baru dimana mereka berada. Salah satu daerah yang cukup signifikan adalah Kota Singkawang. Singkawang adalah tempat bersejarah bagi etnis Tionghoa, karena disanalah mereka berkembang dan mempunyai peradaban tersendiri, lengkap dengan sub-kultur yang dibawa dari Tiongkok. Pada masa rezim Presiden Soeharto, keberadaan mereka sangatlah dimarjinalkan. Mereka memiliki berbagai budaya yang pasca Reformasi, baru terbuka pada publik. Mereka memiliki sub-kultur yang memang unik, sehingga butuh waktu untuk dapat diterima di kalangan masyarakat. Perayaan-perayaan seperti Imlek, Cap Gomeh dan lainnya, merupakan identitas tersendiri yang masuk dalam ruang masyarakat pribumi dan berpengaruh pada bidang ekonomi, politik dan budaya. Sehingga menjadi menarik untuk diteliti mengenai sub-kultur Tionghoa dengan berbagai dinamikanya, dengan mengambil latar Kota Singkawang, karena mayoritas masyarakat berasal dari etnis Tionghoa. Adapun penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif-kualitatif dengan tujuan untuk menggambarkan dinamika sub-kultur Tionghoa di Kota Singkawang. Hasilnya bahwa dinamika Etnis Tionghoa di Kota Singkawang telah mengalami perubahan yang signifikan dan berpengaruh terhadap kehidupan sosial, ekonomi, politik di singkawang.
  • Diaspora conducted by Chinese people to various regions of the world make them have their own culture with their own peculiarities, because it has acculturated with the new place where they are. One of the significant areas is Singkawang city. Singkawang is a historic place for Tionghoa ethnic, because there is where they grow and have their own civilization, complete with their sub-culture brought from China. During the reign of President Soeharto, their existence is very marginalized. They have a variety of cultures that only after the new Reformation is open to public. They have a unique sub-culture, so it takes time to be accepted in the community. Celebrations such as Imlek, Cap Gomeh and the others, are a distinct identity that falls within the indigenous communities and influences the economic, politics and cultural fields. So it is interesting to study about the Tionghoa sub-culture with it’s various dynamics, taking the background of Singkawang City, because the majority of the people are Tionghoa ethnic. The research was conducted by descriptive-qualitative methods, with the aim to describe the dynamics of Tionghoa sub-culture in Singkawang City. The result is, the dynamics of Tionghoa ethnic in Singkawang City has undergone significant changes and affect the social, economic, political life in Singkawang