PEMANFAATAN EKSTRAK KENCUR DAN SEREH DAPUR UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN SIMPAN TOMAT SEGAR KULTIVAR MARTHA (Lycopersicum esculentum Mill.) YANG DISIMPAN PADA SUHU RUANG

Main Authors: -, Tensiska, -, Marsetio, Riawan, Noviandi
Format: Article info Journal
Published: Jurnal Teknotan , 2014
Online Access: http://jurnal.unpad.ac.id/teknotan/article/view/5003
ctrlnum article-5003
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">PEMANFAATAN EKSTRAK KENCUR DAN SEREH DAPUR UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN SIMPAN TOMAT SEGAR KULTIVAR MARTHA (Lycopersicum esculentum Mill.) YANG DISIMPAN PADA SUHU RUANG</title><creator>-, Tensiska</creator><creator>-, Marsetio</creator><creator>Riawan, Noviandi</creator><description lang="id-ID">Tomat adalah jenis sayuran yang mudah rusak dan daya tahan simpan yang rendah, terutama karena mengalami kerusakan akibat kontaminasi mikroba. Ekstrak rempah-rempah seperti ekstrak kencur dan sereh dapur dengan kandungan minyak atsiri dan oleoresin yang berfungsi sebagai senyawa antimikroba mampu menahan kontaminasi mikroba serta sekaligus meningkatkan daya tahan simpan tomat segar. Penelitian dilakukan pada temperatur kamar dengan metode deskriptif eksplanatori, di mana dilakukan tiga pengamatan, yaitu:1) tomat segar&#xA0; dicelupkan ke dalam ekstrak kencur, 2) ke dalam ekstrakt sereh dapur, masing-masing selama 30 menit, dan 3) tanpa pencelupan sebagai kontrol. Sedang variabel yang diamati adalah total mikroba, luas kerusakan permukaan, tekstur, kadar air, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tomat dengan perlakuan pencelupan dalam ekstrak kencur memiliki daya tahan simpan yang terbaik yaitu selama 17 hari, sedangkan tomat dengan perlakuan pencelupan dalam ekstrak sereh dapur dan kontrol masing-masing memiliki daya tahan simpan selama 15 dan 12 hari. Tomat segar dengan pencelupan ke dalam ekstrak kencur yang disimpan selama 17 hari memiliki kadar air sebesar 95,7%, tekstur sebesar 14,8 mm/det/g, total mikroba 4,2x105 koloni/ml, dan total padatan terlarut sebesar 5,8&#xB0; brix.&#xA0;Kata kunci : Tomat, Ekstrak kencur, Daya tahan simpan</description><publisher lang="id-ID">Jurnal Teknotan</publisher><publisher lang="en-US">TEKNOTAN</publisher><contributor lang="id-ID"/><date>2014-12-23</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Journal:Article</type><identifier>http://jurnal.unpad.ac.id/teknotan/article/view/5003</identifier><source lang="id-ID">Jurnal Teknotan; Vol 4, No 1 (2010)</source><source lang="en-US">TEKNOTAN; Vol 4, No 1 (2010)</source><source>2528-6285</source><source>1978-1067</source><rights lang="id-ID">Copyright (c) 2016 Jurnal Teknotan</rights><recordID>article-5003</recordID></dc>
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Journal:Journal
author -, Tensiska
-, Marsetio
Riawan, Noviandi
title PEMANFAATAN EKSTRAK KENCUR DAN SEREH DAPUR UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN SIMPAN TOMAT SEGAR KULTIVAR MARTHA (Lycopersicum esculentum Mill.) YANG DISIMPAN PADA SUHU RUANG
publisher Jurnal Teknotan
publishDate 2014
url http://jurnal.unpad.ac.id/teknotan/article/view/5003
contents Tomat adalah jenis sayuran yang mudah rusak dan daya tahan simpan yang rendah, terutama karena mengalami kerusakan akibat kontaminasi mikroba. Ekstrak rempah-rempah seperti ekstrak kencur dan sereh dapur dengan kandungan minyak atsiri dan oleoresin yang berfungsi sebagai senyawa antimikroba mampu menahan kontaminasi mikroba serta sekaligus meningkatkan daya tahan simpan tomat segar. Penelitian dilakukan pada temperatur kamar dengan metode deskriptif eksplanatori, di mana dilakukan tiga pengamatan, yaitu:1) tomat segar dicelupkan ke dalam ekstrak kencur, 2) ke dalam ekstrakt sereh dapur, masing-masing selama 30 menit, dan 3) tanpa pencelupan sebagai kontrol. Sedang variabel yang diamati adalah total mikroba, luas kerusakan permukaan, tekstur, kadar air, dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tomat dengan perlakuan pencelupan dalam ekstrak kencur memiliki daya tahan simpan yang terbaik yaitu selama 17 hari, sedangkan tomat dengan perlakuan pencelupan dalam ekstrak sereh dapur dan kontrol masing-masing memiliki daya tahan simpan selama 15 dan 12 hari. Tomat segar dengan pencelupan ke dalam ekstrak kencur yang disimpan selama 17 hari memiliki kadar air sebesar 95,7%, tekstur sebesar 14,8 mm/det/g, total mikroba 4,2x105 koloni/ml, dan total padatan terlarut sebesar 5,8° brix. Kata kunci : Tomat, Ekstrak kencur, Daya tahan simpan
software_str ojs
id IOS54.article-5003
institution Universitas Padjadjaran
institution_id 454
institution_type library:university
library
library Fakultas Teknologi Industri Pertanian
library_id 17
collection Jurnal Teknotan
repository_id 54
subject_area Teknologi Industri Pertanian
city BANDUNG
province JAWA BARAT
repoId IOS54
first_indexed 2017-01-27T03:19:19Z
last_indexed 2017-01-27T03:33:34Z
recordtype dc
_version_ 1561211543098490880
score 12.0878725