PENGARUH PENGECILAN UKURAN DUA JENIS JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK SARI KEDELAI (Glycine max Merr) JAHE

Main Authors: Herudiyanto, Marleen, Miranti, Mira
Format: Article info Journal
Diterbitkan: Jurnal Teknotan , 2014
Online Access: http://jurnal.unpad.ac.id/teknotan/article/view/4855
ctrlnum article-4855
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">PENGARUH PENGECILAN UKURAN DUA JENIS JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK SARI KEDELAI (Glycine max Merr) JAHE</title><creator>Herudiyanto, Marleen</creator><creator>Miranti, Mira</creator><description lang="id-ID">Pemaanfaatan sari kedelai masih terbatas karena adanya flavor langu, padahal sari kedelai memiliki mutu protein hampir sama dengan susu sapi. Protein efisiensi rasio (PER) sari kedelai adalah 2,3 sedangkan PER susu sapi adalah 2,5. Salah satu cara untuk menutupi flavor langu adalah dengan penambahan bahan yang berfungsi sebagai penambah rasa dan aroma seperti rempah-rempah antara lain jahe.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan cara pengecilan ukuran jahe yang tepat yang diharapkan dapat menghasilkan sari kedelai jahe dengan karakteristik yang paling baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah jahe gajah iris, jahe gajah tumbuk, jahe gajah parut, jahe emprit iris, jahe emprit tumbuk, jahe gajah parut.. Hasil penelitian menunjukan perlakuan pencampuran jahe gajah iris menghasilkan sari kedelai jahe yang diterima panelis dari segi warna, rasa, aroma, flavor, dan penampakan keseluruhan. Kestabilan emulsi sari kedelai yang dihasilkan hingga hari ke-10 bertahan dengan nilai 100%. Namun, semakin menurun pada hari selanjutnya. Total padatan berada dibawah SNI yaitu 9,34%. Sari kedelai yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai EC 50% 7,55% v/v.&#xA0;Kata kunci: Jahe, Sari kedelai jahe, Pengecilan ukuran, Kestabilan emulsi, Antioksidan</description><publisher lang="id-ID">Jurnal Teknotan</publisher><publisher lang="en-US">TEKNOTAN</publisher><contributor lang="id-ID"/><date>2014-12-17</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Journal:Article</type><identifier>http://jurnal.unpad.ac.id/teknotan/article/view/4855</identifier><source lang="id-ID">Jurnal Teknotan; Vol 1, No 3 (2007)</source><source lang="en-US">TEKNOTAN; Vol 1, No 3 (2007)</source><source>2528-6285</source><source>1978-1067</source><rights lang="id-ID">Copyright (c) 2016 Jurnal Teknotan</rights><recordID>article-4855</recordID></dc>
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Journal:Journal
author Herudiyanto, Marleen
Miranti, Mira
title PENGARUH PENGECILAN UKURAN DUA JENIS JAHE (Zingiber officinale) TERHADAP BEBERAPA KARAKTERISTIK SARI KEDELAI (Glycine max Merr) JAHE
publisher Jurnal Teknotan
publishDate 2014
url http://jurnal.unpad.ac.id/teknotan/article/view/4855
contents Pemaanfaatan sari kedelai masih terbatas karena adanya flavor langu, padahal sari kedelai memiliki mutu protein hampir sama dengan susu sapi. Protein efisiensi rasio (PER) sari kedelai adalah 2,3 sedangkan PER susu sapi adalah 2,5. Salah satu cara untuk menutupi flavor langu adalah dengan penambahan bahan yang berfungsi sebagai penambah rasa dan aroma seperti rempah-rempah antara lain jahe.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jenis dan cara pengecilan ukuran jahe yang tepat yang diharapkan dapat menghasilkan sari kedelai jahe dengan karakteristik yang paling baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah jahe gajah iris, jahe gajah tumbuk, jahe gajah parut, jahe emprit iris, jahe emprit tumbuk, jahe gajah parut.. Hasil penelitian menunjukan perlakuan pencampuran jahe gajah iris menghasilkan sari kedelai jahe yang diterima panelis dari segi warna, rasa, aroma, flavor, dan penampakan keseluruhan. Kestabilan emulsi sari kedelai yang dihasilkan hingga hari ke-10 bertahan dengan nilai 100%. Namun, semakin menurun pada hari selanjutnya. Total padatan berada dibawah SNI yaitu 9,34%. Sari kedelai yang dihasilkan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai EC 50% 7,55% v/v. Kata kunci: Jahe, Sari kedelai jahe, Pengecilan ukuran, Kestabilan emulsi, Antioksidan
software_str ojs
id IOS54.article-4855
institution Universitas Padjadjaran
institution_id 454
institution_type library:university
library
library Fakultas Teknologi Industri Pertanian
library_id 17
collection Jurnal Teknotan
repository_id 54
subject_area Teknologi Industri Pertanian
city BANDUNG
province JAWA BARAT
repoId IOS54
first_indexed 2017-01-27T03:19:14Z
last_indexed 2017-01-27T03:33:35Z
recordtype dc
_version_ 1561211542879338496
score 12.0878725