Daya Gabung Umum Galur-Galur Jagung Manis Di Jawa Barat

Main Authors: Putra, R. Y., P., Anggia E., Ruswandi, D.
Format: Article info Journal
Published: Zuriat , 2015
Online Access: http://jurnal.unpad.ac.id/zuriat/article/view/6663
Table of Contents:
  • Daya gabung umum (DGU) merupakan parameter genetik yang penting untuk menyeleksi galur- galur murni yang memiliki potensi yang menjanjikan untuk dijadikan hibrida baru yang potensial pada generasi yang lebih awal. Suatu penelitian untuk mengestimasi DGU dari 24 galur murni SR dilakukan di tiga lokasi yang berbeda di Jawa Barat, yaitu: Ciparanje –Jatinangor (+ 750 m dpl), Lembang – Bandung (+ 1500 m. dpl.), dan Garokgek- Wanayasa (+ 930 m. dpl.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur murni SR 24 memiliki DGU yang konsisten tinggi untuk semua komponen hasil; untuk SR 25 memiliki nilai GCA tertinggi untuk bobot tongkol, bobot tongkol per plot, dan hasil per ha di Garokgek; sedangkan SR 27 memiliki nilai GCA tertinggi untuk bobot tongkol per plot dan hasil per hektar di Lembang. Sebaliknya, SR 43 memiliki nilai GCA yang terrendah yang konsisten untuk semua karakter pada semua lokasi pengujian; SR 29 memiliki niali GCA terendah untuk bobot tongkol per plot dan hasil per hektar di Garokgek; SR 20, SR 9, dan SR 29 memiliki nilai GCA terendah berturut-turut untuk bobot tongkol, bobot tongkol per plot, dan hasil per hektar di Lembang.