Pemanfaatan Gejala Heterosis Beberapa Genotipe Kedelai (Glycine max L. Merill) Melalui Teknik Kultur Jaringan

Main Authors: Amien, Suseno, K., Murdaningsih Haeruman, Baihaki, Achmad
Format: Article info Journal
Published: Zuriat , 2015
Online Access: http://jurnal.unpad.ac.id/zuriat/article/view/6613
Table of Contents:
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi NAA (Napthalene Acetic Acid) dan kinetin pada media Murashige dan Skoog yang dimodifikasi pada tiga genotipe tetua F1 hibrida kedelai (Glycine max L. Merill) heterosis dan kemungkinan perbanyakannya melalui cara subkultur berulang. Penelitian dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi NAA 0,1 ppm; 0,2 ppm dan 0,3 ppm. Faktor kedua adalah konsentrasi kinetin 0,5 ppm; 1,0 ppm dan 1,5 ppm dikombinasikan sehingga diperoleh 9 perlakuan dan diulang tiga kali untuk setiap genotipe dari tiga genotipe yang diuji. Peubah yang diamati adalah jumlah akar, jumlah buku serta jumlah daun. Hasil yang diperoleh menunjukkan terdapat perbedaan respons antara genotipe G 110, G 114 dan G 115 terhadap pertumbuhan akar, buku dan daun melalui kultur pucuk embrio yang dikulturkan. Melalui subkultur berulang diperoleh perbanyakan yang cukup tinggi. Selama dua minggu setelah subkultur diperoleh penambahan dua sampai tiga buku dari pemotongan buku yang berasal dari pucuk embrio.