PEMBENTUKAN KADER KESEHATAN UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER YANG SERING TERJADI PADA WANITA DI DESA SUKAMANAH DAN DESA CIHAURKUNING, KECAMATAN MALANGBONG KABUPATEN GARUT

Main Authors: -, Dewi, A.R., -, Nurdiamah, E., -, Achadiyani
Other Authors: Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat
Format: Article info application/pdf Journal
Language: ind
Published: DRPM Unpad , 2013
Online Access: http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/8219
http://jurnal.unpad.ac.id/dharmakarya/article/view/8219/3767
Table of Contents:
  • Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 menunjukkan bahwa wanita usia subur (WUS) rentan terhadapkematian akibat kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara. WHO menempatkan Indonesiasebagai negara dengan jumlah penderita kanker leher rahim terbanyak di dunia dan Kanker jenis iniadalah penyebab kematian nomor satu pada wanita di Indonesia. Setiap hari sekitar 20 wanita Indonesiameninggal karena kanker leher rahim. Saat ini, jumlah penderita kanker payudara di Indonesia terbanyakkedua setelah kanker leher rahim. Tingginya angka kematian dan angka kesakitan kanker leher rahim dankanker payudara di negara-negara berkembang termasuk Indonesia antara lain disebabkan terbatasnyaakses penapisan dini (screening) dan pengobatan. Hal lain yang menjadi penyebab adalah kurangnyapengetahuan masyarakat tentang gejala kanker dan gejala awal yang kadang juga sulit terdeteksi sehinggamayoritas penderita datang berobat dalam stadium lanjut. Oleh karena itu, kami memandang pentinguntuk melakukan kegiatan penyuluhan dan pelatihan untuk membentuk kader kesehatan. evaluasi yangdilakukan Dari hasil kuisioner yang dikumpulkan tersebut, diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatanpengetahuan responden mengenai penyakit kanker payudara dan kanker leher rahim. Pengetahuan yangdimaksud meliputi jinak atau ganasnya, faktor resiko, gejala, cara pengobatan, kesembuhan penyakit,upaya deteksi dini, dan cara pencegahan kedua penyakit tersebut. Sebagai tindak lanjut kegiatan, kamimenyarankan agar penyuluhan mengenai kedua penyakit ini dan pelatihan SADARI dilakukan lagi ditingkat RT (Rukun Tetangga) agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui. Selain itu, juga kerjasama dengan pihak puskesmas untuk melakukan tes IVA secara berkala sebagai upaya deteksi dinikanker leher rahim. Dengan kedua upaya ini, diharapkan angka kesakitan dan angka kematian akibatpenyakit kanker payudara dan kanker leher rahim dapat diturunkan.Kata kunci: Kanker leher rahim, dan payudara dan tingginya angka kematian, penyuluhan dan pelatihanSADARI-kader kesehatan