KEDUDUKAN LEMBAGA ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA SEKTOR JASA KEUANGAN DALAM HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN

Main Authors: Suwandono, Agus; Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Yuanitasari, Deviana; Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran
Format: Article info application/pdf eJournal
Language: ind
Published: Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran , 2016
Subjects:
Online Access: http://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/JBMH/article/view/V1%2CN1%2CA2
http://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/JBMH/article/view/V1%2CN1%2CA2/6
ctrlnum article-4
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">KEDUDUKAN LEMBAGA ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA SEKTOR JASA KEUANGAN DALAM HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN</title><creator>Suwandono, Agus; Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran</creator><creator>Yuanitasari, Deviana; Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran</creator><subject lang="id-ID">Kedudukan, Lembaga Alternatif Sengketa, Jasa Keuangan, Perlindungan Konsumen</subject><description lang="id-ID">Abstrak&#xA0;Keberadaan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) sektor jasa keuangan telah membawa &#xA0;kepastian hukum penyelesaian sengketa konsumen sektor jasa keuangan. Namun demikian keberadaan LAPS sektor jasa keuangan juga menimbulkan ketidakjelasan kedudukan dan pilihan forum penyelesaian sengketa konsumen terkait keberadaan&#xA0; &#xA0;Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dalam kerangka hukum perlindungan konsumen di Indonesia.&#xA0;Metode penelitian yang digunakan merupakan metode yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Analisa data menggunakan normatif kualitatif, dengan metode deduksi dan dianalisis secara yuridis kualitatif.Kedudukan Lembaga Alternatif Penyelesaian&#xA0; Sengketa (LAPS) ditinjau berdasarkan hukum perlindungan konsumen di Indonesia merupakan lembaga penyelesaian sengketa yang ditujukan khusus untuk konsumen di sektor jasa keuangan, yang memiliki karakteristik permasalahan-permasalahan di sektor jasa keuangan. Hak konsumen dalam penentuan pilihan forum dalam penyelesaian sengketa konsumen sektor jasa keuangan merupakan hak konsumen. Dalam hal konsumen memilih penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan, konsumen sektor jasa keuangan yang merupakan konsumen akhir dapat memilih penyelesaian sengketa konsumen melalui BPSK maupun melalui LAPS. Namun bagi konsumen sektor jasa keuangan yang bukan merupakan konsumen akhir, hanya dapat memilih penyelesaian sengketa konsumen&#xA0; melalui LAPS. Perlu adanya harmonisasi dan sinkronisasi pengaturan dan kewenangan lembaga penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan yakni BPSK maupun LAPS.&#xA0;Kata Kunci: Kedudukan, Lembaga Alternatif Sengketa, Jasa Keuangan, Perlindungan Konsumen&#xA0;Abstract&#xA0;The existence of Alternative Dispute Resolution Institute (LAPS) the financial services sector have brought legal certainty consumer dispute resolution financial services sector. However, the existence of laps financial services sector also make it less obvious position and selection of consumer dispute resolution forum related to the presence of Consumer Dispute Resolution Body (BPSK) within the framework of consumer protection laws in Indonesia.The method used is a normative juridical methods using secondary data. Specifications analytical descriptive study. Data were analyzed using qualitative normative, with the deduction method and analyzed by juridical qualitative.Position Institute of Alternative Dispute Resolution (LAPS) to be reviewed by consumer protection laws in Indonesia is a dispute resolution institutions devoted exclusively to consumers in the financial services sector, which has the characteristics of the problems in the financial services sector. Consumer rights in determining the choice of consumer dispute resolution forum in the financial services sector is consumer rights. In the event that the consumer chooses consumer dispute resolution outside the court, the consumer financial services sector which is the final consumer can select consumer dispute resolution through BPSK or through laps. But for the consumer financial services sector is not an end consumer, may only select consumer dispute resolution through the laps. The need for harmonization and synchronization settings and authority stipulated consumer dispute resolution outside the court that is BPSK or LAPS.&#xA0;Keywords: Position, Alternative Dispute Institutions, Financial Services, Consumer ProtectionDOI:&#xA0;10.23920/jbmh.v1n1.2</description><publisher lang="id-ID">Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran</publisher><contributor lang="id-ID"/><date>2016-09-10</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Other:</type><type>File:application/pdf</type><identifier>http://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/JBMH/article/view/V1%2CN1%2CA2</identifier><source lang="id-ID">Jurnal Bina Mulia Hukum; Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Bina Mulia Hukum; 14-25</source><source>2540-9034</source><source>2528-7273</source><language>ind</language><relation>http://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/JBMH/article/view/V1%2CN1%2CA2/6</relation><rights lang="id-ID">##submission.copyrightStatement##</rights><recordID>article-4</recordID></dc>
language ind
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Other:
File:application/pdf
File
Journal:eJournal
author Suwandono, Agus; Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran
Yuanitasari, Deviana; Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran
title KEDUDUKAN LEMBAGA ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA SEKTOR JASA KEUANGAN DALAM HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN
publisher Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran
publishDate 2016
topic Kedudukan
Lembaga Alternatif Sengketa
Jasa Keuangan
Perlindungan Konsumen
url http://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/JBMH/article/view/V1%2CN1%2CA2
http://jurnal.fh.unpad.ac.id/index.php/JBMH/article/view/V1%2CN1%2CA2/6
contents Abstrak Keberadaan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) sektor jasa keuangan telah membawa kepastian hukum penyelesaian sengketa konsumen sektor jasa keuangan. Namun demikian keberadaan LAPS sektor jasa keuangan juga menimbulkan ketidakjelasan kedudukan dan pilihan forum penyelesaian sengketa konsumen terkait keberadaan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dalam kerangka hukum perlindungan konsumen di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode yuridis normatif dengan menggunakan data sekunder. Spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Analisa data menggunakan normatif kualitatif, dengan metode deduksi dan dianalisis secara yuridis kualitatif.Kedudukan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) ditinjau berdasarkan hukum perlindungan konsumen di Indonesia merupakan lembaga penyelesaian sengketa yang ditujukan khusus untuk konsumen di sektor jasa keuangan, yang memiliki karakteristik permasalahan-permasalahan di sektor jasa keuangan. Hak konsumen dalam penentuan pilihan forum dalam penyelesaian sengketa konsumen sektor jasa keuangan merupakan hak konsumen. Dalam hal konsumen memilih penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan, konsumen sektor jasa keuangan yang merupakan konsumen akhir dapat memilih penyelesaian sengketa konsumen melalui BPSK maupun melalui LAPS. Namun bagi konsumen sektor jasa keuangan yang bukan merupakan konsumen akhir, hanya dapat memilih penyelesaian sengketa konsumen melalui LAPS. Perlu adanya harmonisasi dan sinkronisasi pengaturan dan kewenangan lembaga penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan yakni BPSK maupun LAPS. Kata Kunci: Kedudukan, Lembaga Alternatif Sengketa, Jasa Keuangan, Perlindungan Konsumen Abstract The existence of Alternative Dispute Resolution Institute (LAPS) the financial services sector have brought legal certainty consumer dispute resolution financial services sector. However, the existence of laps financial services sector also make it less obvious position and selection of consumer dispute resolution forum related to the presence of Consumer Dispute Resolution Body (BPSK) within the framework of consumer protection laws in Indonesia.The method used is a normative juridical methods using secondary data. Specifications analytical descriptive study. Data were analyzed using qualitative normative, with the deduction method and analyzed by juridical qualitative.Position Institute of Alternative Dispute Resolution (LAPS) to be reviewed by consumer protection laws in Indonesia is a dispute resolution institutions devoted exclusively to consumers in the financial services sector, which has the characteristics of the problems in the financial services sector. Consumer rights in determining the choice of consumer dispute resolution forum in the financial services sector is consumer rights. In the event that the consumer chooses consumer dispute resolution outside the court, the consumer financial services sector which is the final consumer can select consumer dispute resolution through BPSK or through laps. But for the consumer financial services sector is not an end consumer, may only select consumer dispute resolution through the laps. The need for harmonization and synchronization settings and authority stipulated consumer dispute resolution outside the court that is BPSK or LAPS. Keywords: Position, Alternative Dispute Institutions, Financial Services, Consumer ProtectionDOI: 10.23920/jbmh.v1n1.2
software_str ojs
id IOS2.article-4
institution Universitas Padjadjaran
institution_id 454
institution_type library:university
library
library Fakultas Hukum
library_id 2
collection Jurnal Bina Mulia Hukum
repository_id 2
city BANDUNG
province JAWA BARAT
repoId IOS2
first_indexed 2016-11-06T05:56:45Z
last_indexed 2018-03-05T02:36:03Z
recordtype dc
_version_ 1594063444543275008
score 12.0878725