PERBANDINGAN PENDAPATAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA RUMAH TANGGA PETANI PEDESAAN DAN PERKOTAAN: Suatu Kasus Pada Agro Ekosistem Lahan Basah Berbasis Padi Sawah Di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut

Main Authors: Ratnaningtyas, Sudrajati, Purwana, Wawan
Format: Article info eJournal
Language: ind
Published: Sosiohumaniora , 2011
Online Access: http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5505
http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5505/2867
ctrlnum article-5505
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">PERBANDINGAN PENDAPATAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA RUMAH TANGGA PETANI PEDESAAN DAN PERKOTAAN: Suatu Kasus Pada Agro Ekosistem Lahan Basah Berbasis Padi Sawah Di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut</title><creator>Ratnaningtyas, Sudrajati</creator><creator>Purwana, Wawan</creator><description lang="id-ID">Pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak selalu merata hasilnya, baik dari sisi pandang antar sektor maupun antar wilayah. Masih banyak tenaga kerja yang menjadi beban sektor pertanian di pedesaan ataupun di perkotaan. Sektor industri tidak siap menampung surplus tenaga kerja yang berpindah dari sektor pertanian. Surplus tenaga kerja tersebut tidak dipersiapkan untuk memenuhi kriteria yang diperlukan oleh industri atau jasa yang terkonsentrasi di perkotaan. Penelitian ini menggunakan Explanatory Survey Method dan penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Ukuran sampel yang digunakan yaitu 26 rumah tangga untuk perkotaan dan 33 rumah tangga untuk pedesaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga petani di perkotaan lebih banyak ragam pekerjaan dan lebih tinggi pencurahan tenaga kerjanya dibandingkan dengan di pedesaan. Demikian pula dari sisi pendapatannya, namun dari sisi produktivitas tenaga kerja relatif sama. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan pendapatan di kota yang relatif sebanding dengan peningkatan curahan kerjanya, yang berarti tidak terjadinya peningkatan efisiensi penggunaan tenaga kerja. Baik di pedesaan maupun di perkotaan pangsa pendapatan agribisnis relatif sama yaitu di atas 80 %, yang berarti di kedua wilayah tersebut agribisnis masih menjadi sumber pendapatan dominan masyarakat petaninya. Kata kunci : tenaga kerja, pendapatan, produktivitas, rumah tangga</description><publisher lang="en-US">Sosiohumaniora</publisher><publisher lang="id-ID">Sosiohumaniora</publisher><date>2011-11-12</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Other:</type><type>Other:</type><identifier>http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5505</identifier><source lang="en-US">Sosiohumaniora; Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011; 251</source><source lang="id-ID">Sosiohumaniora; Vol 13, No 3 (2011): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2011; 251</source><source>2443-2660</source><source>1411-0911</source><language>ind</language><relation>http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5505/2867</relation><rights lang="id-ID">Copyright (c) 2016 Sosiohumaniora</rights><recordID>article-5505</recordID></dc>
language ind
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Other:
Journal:eJournal
author Ratnaningtyas, Sudrajati
Purwana, Wawan
title PERBANDINGAN PENDAPATAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA RUMAH TANGGA PETANI PEDESAAN DAN PERKOTAAN: Suatu Kasus Pada Agro Ekosistem Lahan Basah Berbasis Padi Sawah Di Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut
publisher Sosiohumaniora
publishDate 2011
url http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5505
http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5505/2867
contents Pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak selalu merata hasilnya, baik dari sisi pandang antar sektor maupun antar wilayah. Masih banyak tenaga kerja yang menjadi beban sektor pertanian di pedesaan ataupun di perkotaan. Sektor industri tidak siap menampung surplus tenaga kerja yang berpindah dari sektor pertanian. Surplus tenaga kerja tersebut tidak dipersiapkan untuk memenuhi kriteria yang diperlukan oleh industri atau jasa yang terkonsentrasi di perkotaan. Penelitian ini menggunakan Explanatory Survey Method dan penarikan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Ukuran sampel yang digunakan yaitu 26 rumah tangga untuk perkotaan dan 33 rumah tangga untuk pedesaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga petani di perkotaan lebih banyak ragam pekerjaan dan lebih tinggi pencurahan tenaga kerjanya dibandingkan dengan di pedesaan. Demikian pula dari sisi pendapatannya, namun dari sisi produktivitas tenaga kerja relatif sama. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan pendapatan di kota yang relatif sebanding dengan peningkatan curahan kerjanya, yang berarti tidak terjadinya peningkatan efisiensi penggunaan tenaga kerja. Baik di pedesaan maupun di perkotaan pangsa pendapatan agribisnis relatif sama yaitu di atas 80 %, yang berarti di kedua wilayah tersebut agribisnis masih menjadi sumber pendapatan dominan masyarakat petaninya. Kata kunci : tenaga kerja, pendapatan, produktivitas, rumah tangga
software_str ojs
id IOS10.article-5505
institution Universitas Padjadjaran
institution_id 454
institution_type library:university
library
library Unpad Press
library_id 23
collection Sosiohumaniora
repository_id 10
subject_area Sosial
Budaya
Hukum
Politik
city SUMEDANG
province JAWA BARAT
repoId IOS10
first_indexed 2016-12-22T04:36:23Z
last_indexed 2017-01-27T03:33:40Z
recordtype dc
_version_ 1561211548086566912
score 12.0878725