PEMBERDAYAAN POTENSI PENGUSAHA KECIL DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DALAM MENYONGSONG ERA GLOBALISASI

Main Author: Sumantri, Suryana
Format: Article info eJournal
Language: ind
Published: Sosiohumaniora , 2015
Online Access: http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5258
http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5258/2637
ctrlnum article-5258
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">PEMBERDAYAAN POTENSI PENGUSAHA KECIL DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DALAM MENYONGSONG ERA GLOBALISASI</title><creator>Sumantri, Suryana</creator><description lang="id-ID">Kajian ini menitikberatkan pada pengaruh pelatihan pengembangan kewirausahaan terhadap peningkatan motif berprestasi, sikap dan perilaku berwirausaha, dan aktivitas berwirausaha. Pemberian pelatihan sebagai suatu intervensi psikologis yang mengacu pada model belajar melalui pengalaman. Belajar merupakan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Faktor yang penting dalam proses belajar adalah faktor motivasi untuk belajar. Selain motivasi untuk belajar faktor lain yang tidak kalah penting adalah rangsang, respons dan pengokohan. Pemberian pengokohan yang tepat akan memunculkan respon yang diharapkan. Pengkohan dan pemberian imbalan merupakan aspek-aspek yang penting dalam belajar. Pemberian umpan balik, partisipasi aktif pelatih dan yang belajar, serta penentuan sasaran belajar merupakan aspek yang penting pula. David A. Kolb telah mengembangkan model belajar melalui pengalaman. Ada empat tahap belajar menurut model Kolb, yaitu: (1) concrete experience, merupakan belajar melalui pengalaman nyata, (2) reflective observation, belajar melalui tahap ini biasanya lebih menguntungkan, karena yang belajar akan mengobservasi keseluruhan fenomena alamiah yang ada, (3) abstract conceptualization, belajar teori dan konsep-konsep (4) Active experimentation, yaitu belajar melalui apa yang dikerjakan. Perilaku berwirausaha yang bersifat prestatif pada dasarnya terbentuk karena adanya motif prestasi yang tinggi, sikap yang positif terhadap dunia usaha, dan didukung oleh kemampuan usaha yang baik yang akhirnya akan menghasilkan hasil usaha yang bermutu.Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian kuasi-eksperimen. Penelitian dilakukan di sentra industri yang bergerak dibidang industri kulit, keramik, logam dan tekstil. Subyek penelitian terdiri dari para pengusaha kecil di sentra industri tersebut yang memenuhi syarat penelitian. Alat ukur (kuesioner) yang disusun dan dimodifikasi berdasar pada kuesioner PMT dari Hermans, kuesioner perilaku berusaha dari Hawkins &amp; Turla, dan hasil usaha yang disusun sendiri oleh peneliti. Uji coba dilakukan pada 23 orang pengusaha kecil di sentra industri tersebut. Setelah diujicoba menunjukkan tingkat validitas dan reliabilitas yang baik, Modul pelatihan dirancang mengacu pada Achievement Motivation Training (AMT) dengan beberapa penambahan dan pengurangan. Pemberian umpan balik diperkaya dengan tuntunan bertingkahlaku (ahlaq) dalam agama Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pengembangan kewirausahaan bernuansa islami dapat meningkatkan motif berprestasi, sikap dan perilaku berwirausaha, serta aktivitas berwirausaha. Tetapi para pengusaha kecil masih belum mencerminkan kelompok pengusaha yang tangguh, maju dan mandiri. Kata kunci : Kemampuan berwirausaha, sikap dan perilaku berwirausaha, pelatihan pengembangan kewirausahaan sebagai suatu intervensi psikologis.</description><publisher lang="en-US">Sosiohumaniora</publisher><publisher lang="id-ID">Sosiohumaniora</publisher><date>2015-02-16</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Other:</type><type>Other:</type><identifier>http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5258</identifier><source lang="en-US">Sosiohumaniora; Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002; 7</source><source lang="id-ID">Sosiohumaniora; Vol 4, No 1 (2002): SOSIOHUMANIORA, MARET 2002; 7</source><source>2443-2660</source><source>1411-0911</source><language>ind</language><relation>http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5258/2637</relation><rights lang="id-ID">Copyright (c) 2016 Sosiohumaniora</rights><recordID>article-5258</recordID></dc>
language ind
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Other:
Journal:eJournal
author Sumantri, Suryana
title PEMBERDAYAAN POTENSI PENGUSAHA KECIL DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERWIRAUSAHA DALAM MENYONGSONG ERA GLOBALISASI
publisher Sosiohumaniora
publishDate 2015
url http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5258
http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/5258/2637
contents Kajian ini menitikberatkan pada pengaruh pelatihan pengembangan kewirausahaan terhadap peningkatan motif berprestasi, sikap dan perilaku berwirausaha, dan aktivitas berwirausaha. Pemberian pelatihan sebagai suatu intervensi psikologis yang mengacu pada model belajar melalui pengalaman. Belajar merupakan suatu perubahan ke arah yang lebih baik. Faktor yang penting dalam proses belajar adalah faktor motivasi untuk belajar. Selain motivasi untuk belajar faktor lain yang tidak kalah penting adalah rangsang, respons dan pengokohan. Pemberian pengokohan yang tepat akan memunculkan respon yang diharapkan. Pengkohan dan pemberian imbalan merupakan aspek-aspek yang penting dalam belajar. Pemberian umpan balik, partisipasi aktif pelatih dan yang belajar, serta penentuan sasaran belajar merupakan aspek yang penting pula. David A. Kolb telah mengembangkan model belajar melalui pengalaman. Ada empat tahap belajar menurut model Kolb, yaitu: (1) concrete experience, merupakan belajar melalui pengalaman nyata, (2) reflective observation, belajar melalui tahap ini biasanya lebih menguntungkan, karena yang belajar akan mengobservasi keseluruhan fenomena alamiah yang ada, (3) abstract conceptualization, belajar teori dan konsep-konsep (4) Active experimentation, yaitu belajar melalui apa yang dikerjakan. Perilaku berwirausaha yang bersifat prestatif pada dasarnya terbentuk karena adanya motif prestasi yang tinggi, sikap yang positif terhadap dunia usaha, dan didukung oleh kemampuan usaha yang baik yang akhirnya akan menghasilkan hasil usaha yang bermutu.Rancangan penelitian ini merupakan rancangan penelitian kuasi-eksperimen. Penelitian dilakukan di sentra industri yang bergerak dibidang industri kulit, keramik, logam dan tekstil. Subyek penelitian terdiri dari para pengusaha kecil di sentra industri tersebut yang memenuhi syarat penelitian. Alat ukur (kuesioner) yang disusun dan dimodifikasi berdasar pada kuesioner PMT dari Hermans, kuesioner perilaku berusaha dari Hawkins & Turla, dan hasil usaha yang disusun sendiri oleh peneliti. Uji coba dilakukan pada 23 orang pengusaha kecil di sentra industri tersebut. Setelah diujicoba menunjukkan tingkat validitas dan reliabilitas yang baik, Modul pelatihan dirancang mengacu pada Achievement Motivation Training (AMT) dengan beberapa penambahan dan pengurangan. Pemberian umpan balik diperkaya dengan tuntunan bertingkahlaku (ahlaq) dalam agama Islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan pengembangan kewirausahaan bernuansa islami dapat meningkatkan motif berprestasi, sikap dan perilaku berwirausaha, serta aktivitas berwirausaha. Tetapi para pengusaha kecil masih belum mencerminkan kelompok pengusaha yang tangguh, maju dan mandiri. Kata kunci : Kemampuan berwirausaha, sikap dan perilaku berwirausaha, pelatihan pengembangan kewirausahaan sebagai suatu intervensi psikologis.
software_str ojs
id IOS10.article-5258
institution Universitas Padjadjaran
institution_id 454
institution_type library:university
library
library Unpad Press
library_id 23
collection Sosiohumaniora
repository_id 10
subject_area Sosial
Budaya
Hukum
Politik
city SUMEDANG
province JAWA BARAT
repoId IOS10
first_indexed 2016-12-22T04:36:29Z
last_indexed 2017-01-27T03:33:40Z
recordtype dc
_version_ 1561211548159967232
score 12.0878725